Dua Warga Diamankan Tipiter, Ekspolitasi Biota Laut Dilindungi  – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Dua Warga Diamankan Tipiter, Ekspolitasi Biota Laut Dilindungi 

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID  — Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipeter) Polres Bulukumba, mengamankan dua warga asal Kecamatan Herlang. Keduanya, diamankan karena diduga mengekespolitasi dengan cara memperjual belikan bioata laut Kerang Lola, yang dilindungi UU.
Keduanya masing-masing, Petta Iman (45) dan Yunus (39) warga Kelurahan Bonto Matenne, Kecamatan Herlang. Keduanya diamankan di Kelutahan Bintarore, Kecamatan Ujungbulu, Selasa 9 Jamuari 2018, malam lalu. Diketahui, kedua pelaku akan ke Makassar untuk menjual Kerang Lola.
Kasat Reskrim Polres Bulukumba, Iptu Deki Marizaldi melalui Kanit Tipiter Polres Bulukumba, Bripka Muh Fatir, menjelaskan, keduanya diamankan berdasarkan adanya laporan dari warga yang  curiga dengan akriftas kedua pelaku yang kerap memgangkut biota laut yang dilindungi. Mendapatkan informasi tersebut, anggota polisi langsung melakukan penyelidikan dan setelah dipastikan mobil tersebut yang mengangkut biota laut yang dilindungi, mobil pelaku kemudian di cegat saat hendak ke makassar.
“setelah mobil tersebut di berhentikan dan kemudian di minta menunjukan dokumen yang  di miliki, ternyata yang bersangkutan tidak memiliki dokumen, sehingga kami mengarahkan kekantor untuk di mintai keterangan,”ujarnya.
Dari Hasil pemeriksaan, pelaku mengaku mencari Kerang Lola langsung kelaut perairan dan sebagaiannya lagi  dibeli dari nelayan dengan harga Rp.5000/kg dan selanjutnya kerang lola itu  di jual ke makassar dengan harga Rp.10.000/kg. Saat diamamakan polisi berhasil menyita 500 kg  kerang lola yang disimpan dalam kardus. Rencananya, seluruh kerang ini akan dijual ke salah satu pembeli di Makassar bernama Mujahir.
“Jadi mobilnya yang mengangkut kerang lola/biri2,dengan sewa Rp.400.000 dan saksi tidak mengetahui apakah kerang tersebut di larang untuk di perjual belikan,”katanya.
Saat ini kedua pelaku telah diamankan di Mapolres Bulukumba, karena melanggar Pasal 40  ayat 2 uu no.5 tahun 1990 tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya, Fatir menamabhakb susur bundar (lola merah/kerang lola) termasuk dalan biota laut yang  di lindungi sesuai dengan permen no.7 thn 1999.
” pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp.100 juta,”katanya. (Faj)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!