Silaturahmi Tim ST-15,  Panwaslu Telusuri Keterlibatan ASN, Ini Kata Bupati – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Silaturahmi Tim ST-15,  Panwaslu Telusuri Keterlibatan ASN, Ini Kata Bupati

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bulukumba mendalami dugaan pelanggaran sejumlah oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) pada acara syukuran dua tahun pemerintahan Sukri-Tomy (ST-15). Acara yang berlangsung di Saorajae, Kelurahan Bintarore, Kecamatan Gantarang, Sabtu 20 Januari 2018 lalu dihadiri bakal calon gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA)
Komisioner Panwaslu Bulukumba, Bakri Abubakar mengungkapkan, langkah tersebut sebagai bagian tugas dan fungsi panwaslu guna memastikan peneyelenggaraan pilkada gubernur berjalan sesuai aturan. Penelusuran diawali adanya video viral keterlibatan ASN dalam acara tersebut.
“Hasil penelusuran ini kita akan kaji, apabila ada dugaan pelanggaran maka kita  akan tindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku”,ungkap Bakri. Minggu 21 Januari 2018.
Bakri selaku koordinator Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran lebih lanjut menjelaskan, larangan bagi ASN terlibat dalam kegiatan politik praktis diatur dalam UU No. 10/2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota, pasal 71 dan UU No. 5/2014 tentang ASN. Diperkuat dengan Peraturan Pemerintah No. 53/2010 tentang Disiplin PNS.
“Kita sebetulnya sudah melakukan upaya pencegahan agar ASN bisa menjaga netralitas melalui surat imbauan, baik yang dilakukan panwas kabupaten dan panwas kecamatan serta  sosialisasi ke berbagai stakeholder hingga media  sosial. Jika  memang ada ASN tidak netral tentu kita akan proses sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Bulukumba, AM Sukri A Sappewali, mengapresiasi dan mendukung langkah yang dilakukan Panwaslu sebagai upaya menjamin pelaksanaan pilkada yang bersih. Meski begitu, dia menjelaskan, keberadaan Nurdin Abdullah adalah sebagai bagian dari Tim ST-15.
Sukri beralasan, bupati Bantaeng dua periode itu juga sebagai penasehat tim ST-15.  Apalagi NA sendiri belumlah berstatus resmi sebagai calon gubernur karena tahapan dan penetapan calon serta jadwal kampanye belum berlangsung.
“Saya tidak melihat hari itu sebagai arena kampanye, hanya mengenang atau reuni tim ST-15 yang terbentuk tiga tahun lalu untuk memenangkan Sukri-Tomy yang  bertepatan ulang tahun-nya. Kan belum ada calon gubernur, baru bakal calon. Saya imbau juga ke ASN untuk tetap netral, kan beda mana bersilturahmi dan yang berkampanye. Tidak ada atribut ASN,” pangkasnya. (*)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!