Esai: Berprilaku sebijak Pasang, berfikir sekritis Sulthan Daeng Radja. ” Mengurai Manuskip Klasik”  – Radar Selatan

Radar Selatan

Ragam

Esai: Berprilaku sebijak Pasang, berfikir sekritis Sulthan Daeng Radja. ” Mengurai Manuskip Klasik” 

Mansur (Kabid PTKP HMI Cabang Makassar)

Oleh: Mansur (Kabid PTKP HMI Cabang Makassar)

Terlalu banyak kejadian sehari – hari yang mengingatkan kita bahwa cinta begitu dekat untuk setiap jerih payah yang dilakukan dengan sungguh- sungguh. Harapan – harapan ideal yang begitu lekat dengan kehidupan, menggantung dan menempel pada kualitas pribadi yang tumbuh dan berkembang terbingkai harmoni dalam balutan daun cinta dan tali kasih sayang. Oleh karena itu sangatlah penting memahami makna dalam produktivitas berprinsip dan berfikir kita dalam bertindak, melangkah maju, bersikap percaya, totalitas berusaha, ekspresi berkeyakinan, dan untuk kemudian ditinjau kembali secara kritis. Sebab hidup yang tak ter urai adalah hidup yang tak bermakna!

 

“ Bola-bola pa’lettekang, baju-baju pasampeang, petta kalennu kamaseang kolantu’nu, naiya kala’biranga a’lele cera’ minto’i. Artinya: Rumah-rumah dapat dipindahkan, baju-baju dapat ditanggalkan, jaga dirimu kasihani lututmu, yang dikatakan kekuasaan mengalir bagai darah “

Seperti Ketaatan mereka dalam menjalankan prinsip kamase-masea. Pasang dalam keyakinan yang di pertahankan dan kepercayaan dipegang teguh oleh masyarakat, dalam kedalam makna, bahwa selalu mendiskusikan suatu persoalan, dan meninjaunya dari sejauh sudut pandang dan apa implikasinya, kemudian implikasi itu diuji kembali sampai ahirnya memiliki gambaran yang utuh tentang masa yang sedang dihadapinya. Kalimat ini, mengkonfirmasi inspirasi saya setelah menyelami hakikat kebijaksanaan dari “ Pasang “ yang berkait erat dengan keyakinan dan pandangan hidup untuk terus membangun kesadaran diri lebih kreatif dan mewujudkan tata sosial di masa depan yang sejahtera dan beradab. Berfikir dan teruslah berkreasi, dalam implementasi keluhuran nilai pasang.
Lalu seorang anak muda berkata, “ Beritahu kami tentang, Cara Berfikir kritis dan jalan menuju janji masa depan itu?“

Kebijaksanaan dimulai dari ketakjuban dan kekaguman pada misteri. Ini merupakan eksperimen pertanyaan contoh, yang menunjukkan secara terarah untuk menggali makna atas penomena, menarik hikmah di balik keputusan yang menginspirasi, dalam menilai ekspresi kepekaan sosial. Disinilah, persepsi idrawiku bekerja dan mencoba mengurai gerak kritis Sulthan Daeng Radja, dalam perspektif substansi berilmu pengetahuan. `Sulthan Daeng Radja adalah Simbol intelektual pemuda peramu zaman. Sulthan Daeng Radja adalah makna kecerdasan jiwa dari intisari kepekaan manusia Bulukumba. Sulthan Daeng Radja adalah suara nurani Bulukumba yang mewujud dalam harmoni pemikiran dan tindakan .
Mencoba mengkonfirmasi dengan memaknai secara utuh kerinduan bersama akan makna, dan menempatkan kebahagiaan didalam prilaku bijaksana. Maka, memulai dengan memberdayakan sesuatu secara dramatis dalam kondisi perkembangan otak yang kerdil, dengan stimulus pertanyaan. “ Apakah kau telah memberikan cukup banyak cinta?”. Cinta dalam makna penjernihan fikiran dan pencerah jiwa menuju titik kesempurnan manusiawi. Cinta yang mencintai berarti membuka diri terhadap kemungkinan – kemungkinan baru diluar diri kita. Seperti apa menyikapi pergulatan fikiran pada momentum kekalahan dan kemenangan, dan menerjemahkan ekpresi cinta yang menawarkan paradigma alternatif pada mindset atau pola berprilaku. Sekali lagi, dengan memilah secara terfocus stimulus pertanyaan ini. Saya meyakini, untuk meraih kesuksesan dan kebahagiaan pada setiap hari didalam hidup serba modern ini, setiap dari kita membutuhkan penjiwaan kecintaan pada cinta, dalam meng artikulasikan kemampuan berdebat dan beretorika di depan publik. Sebab saat ini, kita menginteraksikan diri didalam sesuatu yang paling diminati oleh demokrasi. Tehnologi informasi dan komunikasi.

Menawarkan cara bertidak bijaksana dan berfikir kritis dalam menyoal dan menguji segala sesuatu yang tersaji atas nama demokrasi dan arus kebebasan informasi adalah jawaban yang terurai melalui pengembangan wawasan dan perluasan perspektif, setelah mencoba untuk memahami hakikat manusia dan kehidupannya didalam kesunyian komtemplatif. Saya, yang sedang memperluas sudut pandang dengan, “mempertanyakan dan memikirkan “ sesuatu untuk menghasilkan pola fikir alternatif yang berbeda. Saat ini, terinspirasi untuk menjelajahi, Gestur, Ekspresi senyum yang terpancar dari wajah Andi Muhamad Sukri. A Sappewali yang nampak harmoni berpadu, bersama ekspresi creative intelligences yang nampak pada rona muka Tomy Satria Yulianto. Melihat potret mereka dalam nuansa yang lebih berwarna, rintik tawa mengulas tulus humor spontan bernilai pelajaran hidup ditengah himpitan intrik birokrasi, menghadirkan suasana jiwa yang begitu istimewa keakrabannya dalam deskripsi lengkap kearifan lokal, menghasilkan kualitas gambar dalam dialegtika bijaksana yang menyimpul cara bersikap tegas. Terpoles indah bersama rupa kecerdasaan yang bersenyawa setia dalam menjalani yang lebih besar dari hidup. Begitulah saya dalam senyawa doa untuk sang genstur genius, setelah melihat kelopak yang menengadah tajam bernarasi dalam ekpresi visual di media sosial.
Socates, pernah mengatakan ” Kita harus berusaha agar lebih cerdas,menggapai pengetahuan yang benar, dan menggambarkan karakter yang lebih baik. Jadi , antara pengetahuan dan etika, antara fikiran dan perbuatan, harus terjalin erat dan menjadi satu dalam kehidupan kita. Dengan begitu, jelas. Dalam kalimat sederhana, siapapun yang menjadi orang baik. Akan terus menerus melakukan kebiasaan – kebiasaan baik, maka ia adalah manusia sukses. Sebab, menjadi orang baik menandakan kekuatan berfikir positif dalam diri seseorang, menjadi orang baik menandakan ketulusan hati dalam menjalani kehidupan. Dan, sebuah fakta sebagai contoh, adalah sesuatu yang ku deskripsikan secara berbeda dari sebuah foto di dunia maya. Maka, Pilihlah masa depan dengan menemukan dirimu berprilaku bijak dalam keluhuran nilai dari Pasang. Serta, urailah kemewahan berfikirmu dalam semangat gelora ber ilmu pengetahuan dari Sulthan Daeng Radja. Karena, manusia bulukumba dalam cermin seutuhnya, adalah Membingkai padu dalam makna gerak dan laku manusia Bulukumba. Dan, saya serius dalam kesimpulan subjektifku ini. Ini serius!!!

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!