Polres Fokus Tiga Megaproyek Bermasalah – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Polres Fokus Tiga Megaproyek Bermasalah

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID  — Kepolisian Resor (Polres) Bulukumba saat ini memfokuskan penyelidikan terhadap tiga megaproyek, yakni pembangunan Jembatan Bialao, PPI Bontobahari, dan dana bergulir di Kecamatan Kajang.
Kasat Reskrim Polres Bulukuma, Iptu Deki Marizaldi melalui Kanit Tipikor, Bripka Muh. Ali mengatakan, ketiga kasus masih dalam proses penyelidikan. Pengumpulan bahan keterangan dan data masih terus dilakukan guna mengungkap ada tidaknya indikasi pelanggaran hukum dalam proyek tersebut.
Untuk proyek Jembatan Bialo, lanjut Ali masih dalam tahap identifikasi untuk mengungkap penyebab keterlambatan penyelesaian pekerjaan hingga pemberlakuan denda kepada penyedia pekerjaan. Meskipun penyidik sudah memberikan undangan klarifikasi namun rekanan belum merespons dengan alasan proyek dalam proses penyelesaian.
“Yang jelas kami tetap pantau perkembangan penyelesaiannya dan ketika kami temukan ada indikasi tindak pidana maka kami akan melakukan penyelidikan,” katanya.
Kasus PPI Bontobahari sendiri, lanjut Ali, masih tahap pemeriksaan saksi-saksi. Setelah menerima hasil audit perhitungan kerugian negara secara resmi dari BPK, akan dilakukan gelar perkara.
Sementara untuk dugaan pelanggaran dalam proyek pembangunan gedung DPRD Bulukumba tahap kedua, Ali mengaku polisi belum menyentuh ke sana.
Meski demikian, pihaknya mengaku tetap menunggu bukti-bukti permulaan dari laporan indikasi pidana sambil mengumpulkan informasi terkait proyek yang seharusnya rampung pada 26 Desember 2017 lalu itu.
“Bagus lagi kalau memang ada pihak yang menemukan ada indikasi pidana. Yang jelas kita akan analisa terlebih dahulu dalam kegiatan tersebut atau siapa pun bisa melaporkan tentunya dengan didasari bukti-bukti permulaan,” terangnya.
Sebelumnya, Ketua Komisi C, Andi Pangeran Hakim mengungkap indikasi pelanggaran dalam pembangunan gedung berlantai tiga tersebut yang diduga tidak sesuai RAB. “Seperti bahan untuk pengecoran itu seharusnya menggunakan mobil truk mixer (mobil moleng) untuk pencampuran. Tetapi ini hanya menggunakan moleng manual,” beberanya beberapa waktu lalu.
PPTK Kegiatan, Muh. Asdar mengatakan, rekanan PT Jonjoro yang memenangkan tender pengerjaan gedung DPRD Bulukumba tahap ke II tidak mampu menyelesaikan sesuai kontrak. Akibatnya, rekanan didenda dengan penghitungan sesuai kontrak.
“Perpanjangan waktu diberikana sampai selesai, itu didenda. Jumlah dendanya jalan selama sisa pengerjaan,” katanya. (faj-jar/man/b)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!