Dugaan Korupsi Proyek PPI dan Dana Bergulir,  Penetepan Tersangka Tunggu Audit BPK – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Dugaan Korupsi Proyek PPI dan Dana Bergulir,  Penetepan Tersangka Tunggu Audit BPK

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Bulukumba segera menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek jalan beton PPI Bontobahari dan program dana bergulir Kecamatan Kajang. Penyidik sementara menunggu hasil audit perhitungan kerugian negara dari BPK dan BPKP.
Kasat Reskrim Polres Bulukumba, Iptu Deki Marizaldi melalui Kanit Tipikor, Bripka Muh. Ali mengungkapkan, pihaknya belum dapat berspekulasi terkait nama dan jumlah tersangka dalam kedua kasus tersebut. Perlu kajian akurat dengan berdasar pada alat bukti dan ketersangan saksi.
Termasuk hasil perhitungan resmi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pemeriksan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tentang kerugian negara. Setelah itu dilakukan gelar perkara penentuan status kasus di Polda Sulsel.
“Kita belum berani berkesimpulan apalagi bersepekulasi siapa tersangka dan jumlahnya. Itu akan kita umumkan setelah ada hasil resmi audit perhitungan kerugian negara dari BPK dan BPKP,” terang Ali dikonfirmasi, Senin 29 Januari 2018.
Dijelaskannya, dugaan kerugiaan negara sebesar Rp 700 juta lebih dalam kasus jalan beton PPI Bontobahari dan Rp 900 juta lebih dalam kasus dana bergulir di Kecamatan Kajang, merupakan hasil perhitungna penyidik Tipikor Polres Bulukumba yang juga telah diekspose bersama tim audit. Khusus kasus dana bergulir dengan modus pembayaran dari para kelompok penerima manfaat tidak disetorkan ke kas UPK.
“Jadi ini kelompok penerima dana bergulir sudah menyetor uang ke pengurus UPK dan harus dimasukkan kembali ke kas UPK. Tapi yang terjadi adalah ada sebagian tidak disetorkan ke kas UPK dan ada juga penyaluran tidak sesuai ketentuan atau tidak tepat sasaran,” tambah Ali.
Sedang untuk kasus jalan beton PPI Bontobahari, lanjut Ali, pihak rekanan tidak melaksanakan pekerjaan sesuai dengan kontrak. Terutama pekerjaan beton yang seharusnya menggunakan kualitas atau K350 namun realisasinya di bawah K100 jauh di bawah standar.
“Akibatnya baru dua bulan permukaan beton sudah rusak. Di lokasi proyek kan sudah ada pekerjaan sebelumnya, tapi kualitasnya masih bagus, beda dengan yang ini (jalan beton PPI),” paparnya.
Ali menegaskan, Polres Bulukumba akan tetap konsisten dan fokus penuntasana kedua kasus dugaan korupsi tersebut. Begitu pun dengan beberapa kasus lainnya yang tengah berproses di Polres Bulukumba. (faj/man/b)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!