Ini Harapan Dandim 1411 dan Kapolres di HUT Ke-58 Bulukumba – Radar Selatan
Bulukumba

Ini Harapan Dandim 1411 dan Kapolres di HUT Ke-58 Bulukumba

Salam komando, Kapolres Bulukumba, AKBP.M.Anggi Nualifar Siregar dan Dandim 1411 Bulukumba, Letkol.Arm Sutikno

Tetap Jaga Toleransi dan Kebhinekaan

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID  — Hari Kabupaten Bulukumba ke-58 diharapkan menjadi momentum perbaikan, di antaranya meningkatkan ketertiban dan keamanan di masyarakat. Demikian diungkapkan Dandim 1411 Bulukumba, Letkol. Arm. Sutikno saat ditemui di Markas Kodim 1411 Bulukumba beberapa waktu lalu.

“Jika Bulukumba aman, kan pembangunannya bisa berjalan lancar. Dan yang terpenting semoga Bulukumba tetap menjaga toleransi dan merawat kebhinekaan,”harapnya.

Tugas TNI, kata Sutikno, selain menjaga keutuhan negara, juga berkewajiban menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat. Namun semua itu dapat tercapai apabila seluruh lapisan masyarakat juga ikut ambil bagian dalam menjaga keamanan di lingkungannya masing-masing.

Menurutnya, tentangan anak bangsa semakin berat, ancaman dari pihak pemecah belah juga tak hentinya terus melakukan propaganda, sehingga diharapkan warga tetap bijak dan membentengi diri dengan akidah. “Semua harus ikut berperan dalam pelaksanaan ketertiban di masyarakat, bukan hanya Polri dan TNI saja,” katanya
——
Bijak Menggunakan Teknologi

 

Kapolres Bulukumba, AKBP M. Anggi Nualifar Siregar berharap, momentum hari jadi Bulukumba juga sebagai ajang refleksi dan pemantasan diri bagi seluruh warga Bulukumba. Sebab, keberhasilan Bulukumba dan kemajuan daerah akan sangat bergantung pada tingkat partisipasi positif warganya.

Baginya, momentum hari jadi diharapkan sebagai filter dalam membentengi diri dari hal hal yang merusak dan mengadu domba persatuan. Diakui kehadiran teknologi dan sosial media saat ini memiliki dampak positif juga negatif, bagaikan dua sisi mata uang yang tak boleh dipisahkan.

“Semoga Bulukumba menjadi kabupaten yang lebih baik dengan mengedepankan teknologi namun tetap berlandaskan kaidah kaidah religius,” katanya.

Mantan Kapolres Sidrap ini mengajak masyarakat memilih dan  memilah informasi serta melakukan verifikasi terhadap informasi di medsos. Mengingat banyak konten mengandung ujaran kebencian, hoax, fitnah, menghasut, danprovokasi yang berpotensi memecah belah dan mengadu domba.

Untuk melawan hoax, Anggi mengajak masyarakat memproduksi konten informasi yang positif. Dia juga mengimbau masyarakat berpedoman kepada Fatwa Medsosiah Majelis Ulama Indonesia. Masayarakat yang berinteraksi melalui medsos harus memperkokoh kerukunan baik internal umat beragama, antara umat beragama maupun antara umat beragama dengan pemeritah.

“Mari bijak menggunakan sosial media. Gunakan teknologi untuk menyebar kebaikan bukan kebenciaan,”harapnya. (faj/man/b)
———–

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!