Laporan Korupsi Lamban, Kejaksaan Disorot – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Laporan Korupsi Lamban, Kejaksaan Disorot

Ilustrasi int
* Proyek Pamsimas Desa Karassing
BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba kembali menjadi sorotan. Betapa tidak, laporan dugaan korupsi proyek Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Desa Karassing, Kecamatan Herlang, hingga saat ini belum menunjukkan perkembangan positif.
Pelapor, Muh. Rusli, Kepada RADAR SELATAN mengungkapkan, kasus dilaporkan sejak Oktober 2017 lalu. Namun hingga saat ini belum ada perkembangan proses hukum dari pihak Kejari. Kondisi tersebut dikhawatirkan membuka ruang bagi merajalelanya tindak pidana korupsi pada program lainnya.
“Bisa saja oknum yang ingin berniat salah mengatakan, ah tidak apa-apa dimainkan proyek, kan kejaksaan cuekji. Kalau sudah begitu, padahal ini kan tugas kejaksaan sebagai lembaga hukum,” ungkapnya, Kamis 8 Februari.
Rusli juga mengaku heran dengan langkah kejaksaan yang justru membidik proyek lainnya yang belum tentu terindikasi korupsi. Sementara proyek yang sudah jelas terindikasi adanya penyalahgunaan kewenangan dan kerugian negara justru terabaikan.
“Saya sudah berkoordinasi juga, menurut kejaksaan sambil menunggu kasus pamsimas yang lain baru sekaligus diproses. Artinya kalau tidak ada laporan lain, laporan saya tidak diproses. Saya harap kejaksaan jangan menunggu disuapilah, minta data, minta bukti. Kalau kami sudah kasi informasi, yah tugas kejaksaan mendalami itu,” tegasnya.
Dikonfirmasi, Kepala Seksi Intel Kejari Bulukumba, Sarwanto, meminta seluruh pihak bersabar dan mempercayakan proses hukum kepada kejaksaan. Untuk kasus pamsimas, penyelidikan telah dimulai dengan pengumpulan data (puldata) di lapangan.
“Yah sabar lah. Intinya semua informasi dan laporan itu kita tindaklanjuti. Karena untuk mengetahui ada atau tidaknya indikasi perbuatan melawan hukum, yah kita perlu data dan bukti dulu,” terangnya.
Proyek Pamsimas Desa Karassing sendiri dibangun pada tahun 2010 silam dengan anggaran Rp 250 juta berlokasi di Dusun Pallantikan. Hanya saja, proyek tersebut hingga kini tidak berfungsi, bak penampungan air, dan pipa saluran air tidak terurus dengan baik.
Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto juga telah menginstruksikan dinas terkait melakukan pengecekan kelokasi. Bahkan Tomy mendorong Inspektorat Kabupaten melakukan audit. (faj/man/b)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!