Lagi, Pejabat Disdukcapil Ditangkap Nyabu – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Lagi, Pejabat Disdukcapil Ditangkap Nyabu

Ilustrasi int
BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID  — Satuan Reserse Narkoba Polres Bulukumba kembali mengamankan seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) saat tengah asyik nyabu. Oknum berinisial MS (51) tersebut ditangkap bersama seorang rekannya berinisial SH (53).
Kepala Satres Narkoba Polres Bulukumba, AKP Rujianto Dwi Purnomo menjelaskan, penangkapan keduanya berawal dari laporan warga yang curiga dengan aktifitas di sebuah gubuk empang Kompleks BTN Ujung Bulu, Kelurahan Ela-ela. Alhasil, keduanya diringkus saat tengah asyik mengonsumsi barang haram tersebut.
“Mereka ditangkap pada Jumat 9 Februari lalu sekitar pukul 17.00 (Wita) dan langsung kami bawa ke Mako Polres (Bulukumba) untuk penyelidikan lebih lanjut,” ungkap dikonfirmasi, kemarin.
Dalam penggeledahan aparat mendapati empat kemasan plastik bening yang diduga berisi sabu yang telah dipakai. Kemudian dua buah alat isap sabu berupa kaca pyrex dan sebuah buah sendok. Selain di gubuk empang tersebut, satu pelaku mengaku juga sempat mengonsumsi sabu di rumahnya.
“Jadi ada dua TKP (Tempat Kejadian Perkara). Di TKP kedua di rumah salah satu pelaku kita temukan barang bukti berupa dua buah kaca pyrex, satu sendok sabu dan 1 kemasan plastik yang diduga bekas sabu yang telah dikonsumsi pelaku,” tambah Rujianto.
Guna kepentingan pengembangan, kedua pelaku saat ini diamankan di Mapolres Bulukumba guna menjalani pemeriksaan intensif. Salah satu pelaku, MS diketahui merupakan ASN yang menjabat sebagai kepala seksi di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bulukumba.
Kepala Disdukcapil Bulukumba, A Muliaty Nur yang dikonfirmasi membenarkan MS merupakan ASN yang menjabat sebagai kepala Seksi Inovasi di kantorya. Dia mengaku menyerahkan proses hukum terhadap bawahannya tersebut kepada aparat penegak hukum.
“Sebenarnya ini sudah mencoreng nama instansi. Saya sering memberikan arahan kepada bawahan saya untuk tidak terlibat dalam pusaran narkoba dan siapa pun pelakunya tidak bisa ditolerir,” tegasnya.
Selain penegakan hukum, Mulyati juga menyerahkan proses pelanggaran disiplin dan kode etik sebagai ASN kepada Badan Kepegawaian dan Pengembagan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan Inspektorat. “Soal pelanggaran disiplinya sebagai ASN saya serahkan ke BKPSDM dan Inspektorat,” kuncinya. (nin/man/b)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!