Pemkab Siapkan Langkah Tegas, Soal Penyegelan Kantor Desa Mattoanging – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Pemkab Siapkan Langkah Tegas, Soal Penyegelan Kantor Desa Mattoanging

KAJANG, RADAR SELATAN.CO.ID  — Aksi penyegelan Kantor Desa Mattoanging, Kecamatan Kajang, masih terus berlanjut. Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan (DP3) menyiapkan langkah tegas dengan melakukan upaya paksa; untuk membuka segel kantor tersebut.
“Menyikapi permasalahan penyegelan Kantor Desa Mattoanging yang sudah berlangsung selama berbulan-bulan ini, maka rencananya dalam waktu dekat ini kami akan melakukan penertiban,” ungkap Kepala Bidang Pertanahan, DP3 Bulukumba, Aco Bahar, Selasa 27 Februari.
Menurutnya, tindakan warga yang mengklaim lahan kantor desa sebagai milik pribadi kurang tepat. Pasalnya kantor desa tersebut secara hukum merupakan aset pemerintah berdasarkan bukti kepemikan yang sah.
“Setiap bangunan yang pembangunannya menggunakan anggaran pemerintah itu sudah pasti menjadi aset daerah. Hal itu sudah jelas diatur di Kementerian Keuangan. Seandainya pihak pengklaim mau memprotes kenapa tidak dari awal pada saat proses pembangunan kantor desa berlangsung,” tegas Aco Bahar.
Seharusnya, kata dia, pihak pengklaim melakukan upaya hukum dengan mengajukan gugatan ke pengadilan. “Kalau mau menyegel, silahkan menggugat ke pengadilan. Kalau pengadilan mengabulkan gugatannya barulah tindakan penyegelan bisa dilakukan,” jelasnya.
“Selain itu pengklaim memperlihatkan sertifikat yang berisikan sebidang tanah dan kebun, sementara realitanya kan ada bangunan kantor desa bukan kebun. Itu  juga yang akan kita cocokan pada saat penertiban,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Mattoanging, Zainuddin, berharap pemerintah segera menyelesaikan kasus penyegelan kantor desa tersebut karena dinilai mengganggu jalannya pemerintahan di desa. “Hampir dua tahun saya menjabat sebagai kepala desa, sejak saat itu juga kantor desa ini disegel. Sebanarnya kami bisa mengusulkan pembangunan kantor desa, tapi kami mau memperjelas dulu status kantor yang sekarang, jangan sampai belakangan muncul masalah baru,” ujarnya.

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!