Penyidik Tipikor Periksa 18 Saksi, Terkait Kasus Dugaan Korupsi PPI Bontobahari  – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Penyidik Tipikor Periksa 18 Saksi, Terkait Kasus Dugaan Korupsi PPI Bontobahari 

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID  — Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Bulukumba, telah memeriksa 18 orang saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi Proyek jalan beton PPI Kecamatan Bontobahari. Pemeriksaan tersebut sebagai upaya untuk mengumpulkan bukti dugaan pelanggaran pidana pada proyek tersebut.

 

Kasat Reskrim Polres Bulukumba melalui Kanit Tipikor, Bripka Muh. Ali mengugnkapkan, pemeriksaan saksi guna menguatkan adanya indikasi kerugiaan negara pada proyek tersebut. Meski begitu, hingga saat ini, pihaknya belum bisa menyimpulkan siapa pihak yang paling bertanggung jawab dalam proyek yang diduga merugikan negara sebesar Rp 900 juta lebih.

“Kalau saksi-saksi sudah ada 18 orang yang kita periksa, seperti PPK-nya, Israjuddin, KPA, A. Syamsul Mulhayat, PPTJ,  H. Amry, Ada pokja ULP lima orang dan tim pemeriksa & penerima hasil pekerjaan (PPHP),” terangnya dikonfirmasi, Rabu 28 Februari 2018, kemarin.

Selain itu, lanjut Ali, pihaknya juga telah memeriksa saksi ahli konstruksi dari DKPP Sulsel terkait kebenaran volume atau kualitas dan kuantitas pekerjaan. Termasuk ahli dari lembaga kebijakan pengadaan barang dan jasa pemerintah (LKPP) Jakarta terkait mekanisme pengadaan mulai dari perencanaan sampai pada pembayaran 84 % kepada rekanan oleh pengguna Jasa dalam hal ini Dinas PU Binamarga tahun anggaran 2015.

“Hasil pemeriksaannya kita telah himpun semua dan nantinya akan kita perhadapkan pada saat gelar perkara di polda. Belum ada tersangka, kita tidak bisa berspekulasi. Apalagi belum ada hasil resmi perhitungan kerugian negara dari BPK dan BPKP, kita masih mau panggil beberapa saksi lagi,” paparnya.

lebih jauh Ali menjelaskan, pada kasus ini pihak rekanan diduga tidak melaksanakan pekerjaan sesuai kontrak, terutama dalam bidang pekerjaan beton yang seharusnya menggunakan kualitas atau K350, tapi yang terpasang adalah kualitas di bawa 100. Kondisi ini mengindikasikan hasil pekerjaan tidak memenuhi syarat.

Dampaknya, kondisi jalan yang baru berusia beberapa bulan lamanya setelah dikerjakan sudah mengelami kerusakan di beberapa bagian. “Akan kita espose siapa tersangkanya nanti. Kendalanya kita hanya karena hasil perhitungan dari BPK dan BPKP belum ada. Makanya sambil menunggu itu, kita juga tidak berdiam diri begitu saja, upaya pengumpulan bukti dan keterangan terus kita lakukan untuk menguatkan adanya indikasi kerugian negara,” pangkasnya. (*)
—-

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!