Kunjungi RSUD, Anggota DPRD Dibanjiri Keluhan – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Kunjungi RSUD, Anggota DPRD Dibanjiri Keluhan

DENGARKAN KELUHAN. Ketua DPRD Bulukumba, A Hamzah Pangki mendengarkan keluhan pasien di poli rawat jalan RSUD Sulthan Dg Radja, kemarin. Selain pelayanan dokter, fasilitas rumah sakit dinilai tidak dimanfaatkan secara optimal.

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Sejumlah Anggota DPRD Bulukumba dipimpin ketua DPRD, A Hamzah Pangki melakukan inspeksi mendadak (sidak) di RSUD Sulthan Daeng Radja, Selasa 6 Maret. Mereka menemukan sejumlah keluhan dari pengunjung dan keluarga pasien.

Keluhan tersebut didapatkan para wakil rakyat sesaat setelah tiba di rumah sakit bertipe B ini. Keluarga dan pasien yang mengeluhkan kondisi ruang tunggu di poli rawat jalan yang tidak memadai. Selain mesin pendingin (AC) tidak berfungsi, pelayanan dokter juga disorot.
Mendengar keluhan tersebut, Hamzah Pangki langsung bergeming dan menyayangkan pelayanan dan fasilitas rumah sakit yang tidak memadai. Padahal menurutnya, pemerintah telah menggelontorkan anggaran yang cukup besar untuk memberikan rasa nyaman kepada pengunjung dan pasien.
“Kasihan masyarakat sudah datang dalam keadaan sakit baru tiba di sini kondisi ruangan panas seperti ini, padahal kan ada AC yang bisa difungsikan untuk kenyamanan pasien,” ketusnya saat mengunjungi poli pelayana rawat jalan.
Sorotan lainnya datang dari Ketua Komisi D, Muhammad Bakti yang ikut dalam rombongan. Dia menganggap pihak RSUD sengaja mengirit guna menghindari biaya beban listrik yg meningkat setiap bulannya. Ada keasan manajemen RSUD mengejar Silpa (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran).
Politikus Gerindra pun mengingatkan pihak RSUD tidak pelit dalam memanfaatkan fasilitas yang ada di untuk kenyamanan pasien dan pengunjung. Apalagi memang fasilitas dan anggaran yang disiapkan untuk kepentingan pelayanan masyarakat.
“Jangan pelit memanfaatkan fasilitas yang ada, jangan sampai mengantisipasi biaya listrik membengkak sampai AC tidak difungsikan, padahal anggarannya sudah disiapkan,” ucapnya kecewa.
Tak hanya pelayanan, rombongan wakil rakyat ini juga memantau langsung kondisi di Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang diresmikan, 4 Februari 2018 lalu. Di lokasi ini, Anggota Komisi D, H Safiuddin menyoroti kondisi ruangan emegency tersebut kotor. Begitu pun alat kesehatan senilai Rp 10 miliar belum difungsikan.
“Bulan ini IGD harus difungsikan. Hal lainnya ada beberapa pintu di gedung baru ini asal dipasang saja,” ketusnya.
Menanggapi hal itu, Kabag Humas RSUD Sultang Daeng Radja, H Sahiruddin Saing mengapresiasi sidak yang dilakukan anggota DPRD. Menurutnya, masukan yang diberikan akan segera ditindaklanjuti untuk perbaikan layanan rumah sakit yang lebih optimal. Terkait IGD, kata dia, masih dalam tahap pemeliharaan.
“Jadi kalau masih ada permasalahan terkait bangunan ini (IGD, red) masih dalam tanggung jawab rekanan. Terkait kebersihan kami merencanakan penambahan cleaning service khusus bangunan IGD baru,” jawabnya. (faj/man/b)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!