Tambang Ilegal Marak Lagi, Komisi C: Dimana Kinerja Satgas? – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Tambang Ilegal Marak Lagi, Komisi C: Dimana Kinerja Satgas?

Ilustrasi int
BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID  — Ketua Komisi C DPRD Bulukumba, Andi Pangeran Hakim menyoroti kinerja satuan tugas (satgas) tambang kabupaten. Pasalnya, hingga kini sejumlah tambang ilegal dilaporkan masih tetap beroperasi di beberapa wilayah.
Kepada awak media, Andi Pangeran memgaku kecewa lantaran tim satgas dianggap tidak mampu memberantas tambang ilegal. Khusunya wilayah yang masuk dalam zona merah atau wilayah larangan eksplorasi alam khususnya pasir dan batu (sirtu).
“Dimana kinerja tim satgas? Karena saat ini masih didapati dan masih ada laporan warga terkait masih beroperasinya tambang ilegal. Bahaya kalau terus dibiarkan begini,” ketus politikus PPP itu, Selasa 6 Mare 2018.
Senada, Anggota Komisi C, Andi Tenri Alang, mengaku mendapatkan laporan masyarakat masih maraknya aktivitas penambangan secara ilegal khususnya di sepanjang bantaran Sungai Balantieng. Dia khawatir, jika kondisi tersebut terus dibiarkan maka akan berdampak pada rusaknya sungai hingga mengganggu sistem pengairan sawah.
“Kita tegaskan tidak boleh lagi ada kegiatan penambangan pada wilayah zona merah, tetapi laporan yang kami terima. Di Sungai Balantieng Desa Balong dan Desa Lonrong masih ada kegiatan tambang ilegal,” tegasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Bulukumba, Andi Misbawati Wawo mengatakan, tambang ilegal merupakan ranah kepolisian selaku penegak hukum. DLHK hanya pada izin dan dampak lingkungan dari aktifitas penambangan.
“Terkait soal izin, itu masuk wilayah kami. Itu pun kami hanya memeriksa apakah izin penambangan masih berlaku atau tidak. Tetapi kalau terkait soal penambangan ilegal, itu kewenangan kepolisian,” terangnya.
Dijelaskannya, pemerintah telah menetapkan beberapa wilayah zona merah yang tidak lagi diperbolehkan untuk melakukan penambangan, yakni Kecamatan Ujung Bulu, Ujungloe, dan beberapa wilayah lainya yang tertuang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Bulukumba.
Sementara itu, Ketua Tim Satgas Tambang Kabupaten Bulukumba, Kompol Amiruddin mengaku belum mendapat laporan terkait aktifitas tambang di Desa Balong. Diakuinya, kinerja tim satgas selama ini dianggap sudah optimal, hanya saja saat dilakukan operasi penertiban informasi diduga lebih dulu bocor ke penambang.
“Tapi kita akan tetap tindak lanjuti dari masukan ini. Saya tidak mau berspekulasi ada orang di dalam yang membocorkan. Yah, memang kita kaya kucing-kucingan. Intinya selama ini kita juga sudah maksimal dan tidak main-main dalam hal ini,” jawabanya. (faj/man/b)
—-

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!