Meski Diberlakukan Denda Rp 1 Juta, Peternak Masih Bandel – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Meski Diberlakukan Denda Rp 1 Juta, Peternak Masih Bandel

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID —  Satpol PP Bulukumba kembali menjaring lima ekor ssapi yang berkeliaran di dalam kota, Rabu, 7 Maret. Kelima ternak tersebut dilepas setelah pemiliknya membayar denda Rp 1 juta untuk setiap ekornya.
Kepala Satpol PP Bulukumba, Andi Baso Bintang mengatakan, operasi ternak dilakukan seiring dengan hasil pantauan pihaknya dan laporan masyarakat yang resah. Setelah ke lapangan melakukan penangkapan, dijaring lima ternak di dua titik yakni di sekitar Jl. M Nur dan Jl. Jati. Sapi tersebut diamankan ke Kantor Satpol PP, Jl. Andi Sudirman dengan cara manual dan batuan mobil.
“Awalnya pakai manual tapi karena ada yang tidak bisa ditangani jadi pakai bantuan mobil,” ungkapnya.
Dari lima ekor sapi yang diamankan, tiga dia di antaranya sudah diambil pemiliknya setelah melakukan pembayaran denda Rp 1 juta. Besaran denda berdasarkan Perda Nomor 13 Tahun 2013 tentang Pemeliharaan dan Penertiban Ternak. Pembayaran denda dilakukan secara non-tunai melalui Bank Sulselbar.
“Itu denda paling ringan. Karena kita sifatnya pembinaan,” katanya.
Bagian Penyuluhan Pembinaan dan Pengawasan (P3), Haryadi mengatakan, sesuai dengan aturan, sapi digolongkan ternak besar, termasuk kuda, dan kerbau. Sedangkan kambing masuk ternak kecil dengan denda Rp 500 ribu. Meskipun nilainya jauh berbeda, keluhan denda untuk ternak kecil dianggap memberatkan.
“Kalau Rp 1 juta untuk ternak besar mungkin bukan apa-apa tapi ternak kecil ini yang dilemanya kami sementara ini aturan,” katanya.
Selain denda, dalam perda juga sudah mengatur terkait pemeliharaan, di antaranya menyiapkan kandang dan lahan untuk pakan ternak, termasuk cara memperlakukan ternak. Namun sebagian peternak membiarkan hewan peliharaannya berkeliaran.
“Ini yang meresahkan. Karena itu kami rutin melakukan pemantauan, tapi untuk operasi ternak kita kondisikan kalau jumlahnya banyak atau ada yang melaporkan, karena ini berkelanjutan,” jelasnya.
Sanksi denda berdasarkan aturan, lanjut Haryadi,  termasuk paling ringan. Sanksi lainnya bisa pelelangan ternak, selain itu pidana dengan kurungan maksimal tiga bulan bagi pemilik ternak dan denda paling banyak Rp 50 juta. Denda digolongkan non-yuridis karena bersifat pembinaan.
Kepala Seksi Hubungan Antar Lembaga, Panai Muli mengatakan, pihaknya menunggu kedatangan pemilik sapi untuk mengambil ternak setelah pembayaran denda. Meskipun bayaran tersebut sudah jelas dalam aturan, namun sejumlah pemilik ternak membandel dan tetap membiarkan ternanya hingga beberapa pekan ditangani Satpol PP.
Padahal dalam aturan meskipun diamankan, pemilik tetap bertanggung jawab mengurus ternaknya masing-masing. “Itu juga biasa kalau datang bawa mi dekkeng sebut-sebut nama orang berpengaruh, nego kurang-kurang pembayarannya. Tapi kita tidak bisa karena ini sudah aturan,” tegasnya.

Pada operasi ternak yang dilakukan Satpol PP, satu personel cidera, Andi Nurwala. Korban yang mengalami keseleo pada tulang pinggangnya itu terseret tali sapi. (jar/man/b)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!