Serangan Kera di Kecamatan Kindang Diduga Akibat Habitat Terganggu  – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Serangan Kera di Kecamatan Kindang Diduga Akibat Habitat Terganggu 

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID – Serangan segerombolang kera terhadap belasan warga di Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, mulai terkuak. Diduga serangan brutal tersebut akibat terganggunya habitat binatang primata tersebut.
Hal itu disampaikan, drh. Marliana menjelaskan, berdasarkan beberapa pengalaman dan informasi yang diterima, salah satu faktor penyebab serangan tersebut karena merasa terusik dengan keberadaan manusia di habitatnya. Pada dasarnya fenomena serangan kera terhadap warga bukan disebabkan penyakit yang di idap hewan tersebut, akan tetapi dipengaruhi oleh insting bertahan dan melindungi diri.
“Saya coba pahami konflik manusia dan satwa liar, konflik ini terjadi karena rusaknya habitat. Jadi manusia sudah mengubah habitat monyet ini jadi tempat pemukiman. Akhirnya mereka berkonflik, misal mungkin adanya pembukaan lahan baru atau jalan,” jelasnya.
Marliana menambahkan, perlu diketahui soal alih fungsi lahan di suatu daerah, jika ada hutan lindung yang dijadikan kebun dapat membuat kera mencari habitat baru. Selain itu, warga yang bermukim di daerah yang tak jauh dari hutan harus di edukasi cara menyelesaikan konflik antara hewan dan manusia.
Pasalnya, teknik pengusiran oleh manusia terhadap hewan jika dilakukan dengan cara kasar justru akan berdampak pada konflik yang berkepanjangan. Hewan akan selalu merasa terancam bahaya jika di sekitarnya ada aktifitas manusia.
“Intinya kita sebagai manusia harus lebih bijak dalam mengelolah sumber daya alam. Apalagi jika terdapat sekumpulan hewan harus lebih berhati-hati agar tidak bersinggungan,” katanya.
Sementara itu, dr. Firdaus yang bertugas di Puskesmas Borong Rappoa mengaku, jumlah kasus warga yang diserang monyet jumlahnya cukup banyak dengan luka yang berbeda-beda. Kendati demikian, pihaknya mengaku belum menangani kasus rabies akibat gigitan monyet. Meski begitu pihaknya terus melakukan antisipasi dengan memberikan vaksin secara terutur kepada korban.
“Monyet dan anjing sama bahayanya. Rabies yang diakibatkan bisa vatal hingga berujung kematian. Ciri-ciri rabies itu demam tinggi, nyeri kepala, air liur terus keluar, takut kena air, dan melihat matahari,” paparnya.
Untuk mencegah terjadinya rabies, pihaknya telah menyiapkan vaksin. Persediaan itu juga dilakukan mengigat kejadian kasus serangan monyet kerap terjadi di wilayah Kindang. “Jadi semakin dekat gigitan di kepala, potensi rabies bisa terjadi dengan cepat. Sosoalisasi juga terus kita lakukan,” katanya.(faj/man/b)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!