Wabup Optimistis Bulukumba Dijatah CPNS – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Wabup Optimistis Bulukumba Dijatah CPNS

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto optimistis tahun ini Pemkab Bulukumba mendapatkan jatah penerimaan CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil). Selain hasil analisis jabatan dan porsi anggaran belanja pegawai, rasio jumlah pegawai khususnya guru dan tenaga kesehatan juga menjadi pertimbangan.
Menurut Tomy, jika mengacu pada kebijakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen-PANRB), Bulukumba bersyarat mendapat quota CPNS. Apalagi berdasarkan data Badan Kepegawaian dan Peningkatan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), tahun ini cukup banyak pegawai daerah yang memasuki masa pensiun.
“Karena tidak semua daerah diperbolehkan melakukan perekrutan CPNS, hanya pada daerah tertentu dengan mempertimbangkan kebutuhan dan besaran belanja pegawai dalam APBD, dan Bulukumba bersayarat untuk itu. Sepertinya tahun ini akan kita buka (pendafaran CPNS). Tapi kita tetap menunggu petunjuk lanjutan dari Kemen-PAN,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Bulukumba, Andi Ade Ariadi menambahkan, berdasarkan informasi yang ada, rekrutmen CPNS rencananya dilaksanakan usai pilkda serentak, Juli mendatang. Rencana tersebut telah dikoordinasikan dengan Menteri PANRB, Asman Abnur.
“Seyogyanya penerimaan CPNS sudah dilakukan Meret ini, tapi terkendala pelaksanaan pilkada serentak termasuk di Sulsel. Jangan sampai momentum penerimaan CPNS menjadi jualan dan iming-iming politik,” teranngya.
Dengan diundurnya jadwal penerimaan CPNS ini, Ade mengaku lebih santai karena akan bekerja lebih tenang dan tidak ada celah bagi pihak tertentu memanfaatkan mementum pilkada. Kendati begitu, Ade mengaku, belum mengetahui pasti berapa jumlah kuota CPNS untuk Bulukumba.
Namun Ade mengaku, tahun ini Pemkab Bulukumba mengusulkan kuota 2000 CPNS yang didominasi tenaga pendidik dan kesehatan. Berdasarkan ketentuan Kemen-PANRB, jatah CPNS instansi dan daerah berdasarkankebutuhan dan kemampuan anggaran daerah dan pusat untuk membiayai gaji PNS.
“Kita belum tahu, yang pasti kami usulkan 2000 lebih, khsusunya untuk penerimaan guru dan tenaga kesehatan. Intinya kita menunggu petunjuk Kemen-PANRB,” tutupnya. (faj/man/b)
—-

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!