Untuk ASN Terlibat Narkoba, Bupati: Jangan Berikan Hukuman Ringan – Radar Selatan
Unser Fertighaus-Handbuch: In neun Schritten ins perfekte Eigenheim (German Edition)

Untuk ASN Terlibat Narkoba, Bupati: Jangan Berikan Hukuman Ringan

AM Sukri Sappewali Bupati Bulukumba
BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID  — Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali secara tegas meminta kepada penegak hukum untuk memberikan sanksi pidana berat bagai ASN (Aparatur Sipil Negara) yang terlibat kasus narkoba. Sanksi pidana yang berat memungkinkan untuk dilakukan pemecatan kepada aparatur yang dinilai menyalahi etika.
Hal ini ditegaskan Sukri saat menghadiri acara pemusnahan barang bukti narkotika di halaman Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba beberapa waktu lalu. Hadir Ketua Pengadilan Negari (PN) Bulukumba, dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bulukumba, M Ihsan, Kapolres, AKBP M Anggi Naulifar Siregar, dan pejabat Muspida lainnya.
“Saya juga minta kepada pak jaksa agar memberikan hukuman seberat-beratnya atau di atas dua tahun kepada ASN yang terjerat narkoba supaya bisa langsung dipecat,” tegasnya.
Menurutnya, ASN harus memberikan teladan yang baik kepada masyarakat dan mengabdi untuk negara, bukan malah terjerat dalam pusaran narkoba. “Bagi ASN yang terjerat narkoba tidak boleh dibiarkan begitu saja, harus diberikan efek jera. Ini berdasarkan Undang-Undang ASN Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN),” jelasnya.
“Kami mau, baik ASN maupun masyarakat sadar akan bahaya narkoba yang bisa merusak generasi khususnya juga bagi pelajar. Makanya para kepala sekolah juga harus menyampaikan bahaya narkoba,” tambahnya.
Menanggapi hal itu, Kajari Bulukumba, M Ihsan mengatakan, penerapan pasal terhadap tersangka penyalahgunaan narkotika saat ini dilakukan berdasarkan bukti dan perbuatannya. Jika tuntutan jaksa divonis oleh pengadilan jauh dari hukuman yang diberikan, pihaknya mengajukan banding.
“Sesuai fakta yang terungkap di depan persidangan, kalau hanya pemakai maka kita tuntutannya sesuai pasal 127, dan apabila sebagai perantara atau bandar narkoba kita tuntut sesuai pasal 112 atau pasal 114 ,” teranngya.
Diketahui dalam UU No. 23/ 2009 tentang Narkotika, pasal 127 untuk pemakai bisa di rehabilitasi ke RS ketergantungan obat bila memenuhi beberapa persyaratan, karena mereka bisa dianggap sebagai korban. Sementara pasal 112 dan 114 dijerat bagi perantara dan bandar dengan ancaman hukum paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun. (*)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!