Kasus Penjualan Tahura Naik Sidik, Jaksa: Kita Tidak Pandang Bulu!! – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Kasus Penjualan Tahura Naik Sidik, Jaksa: Kita Tidak Pandang Bulu!!

Kasi Pidsus Kejari Bulukumba, Femi Irfan Nasution (tengah) berfoto bersama Jaksa Pidsus, Fadhil Razief (kanan) dan Sodiq Suksmana (kiri)
REPORTER: RAKHMAT FAJAR
BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Kasus dugaan penjualan Taman Hutan Raya (Tahura) seluas 42 hektare di Kecamatan Bontobahari, memasuki babak baru. Belum lama ini Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba, meningkatkan kasus tersebut dari penyelidikan menjadi penyidikan (sidik).
Kasi Pidsus Kejari Bulukumba, Femi Irfan Nasution mengaku, peningkatan status kasus tersebut sudah sejak dua pekan lalu berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan di lapangan. Dari hasil konfirmasi data dan fakta lapangan, penyidik berkeyakaninan terdapat unsur melawan hukum dalam kasus tersebut.
“Belum ada tersangka memang, tapi bukti yang kita miliki sudah valid makanya kita naikkan ke sidik. Nanti setelah espose di kejari terus ke kejati baru kita umumkan tersangkanya. Tapi kan tahapanya masih berjalan dulu, termasuk kita akan tetap meminta hasil perhitungan resmi dari BPKP atau BPK,” paparnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu 14 Maret 2018.
Femi melanjutkan, dalam kasus tersebut pihaknya tidak hanya mengindikasikan ada kerugian negara, tapi juga unsur gratifikasi atau suap. Meski begitu, Femi masih enggan mempublikasikan terlalu jauh hasil penyelidikan dan bukti yang ditemukan.
Bukti yang ditemukan akan menjadi rujukan untuk menjerat para pelaku. Meski begitu, dia menegaskan siapa pun pihak yang terlibat dalam kasus penjualan lahan Tahura akan diproses tanpa pandang bulu.
“Kuncinya siapa pun yang terlibat dalam kasus ini akan diproses sesuai hukum. Kita fokus pada kasus Tahura ini. Minggu lalu kita sudah lihat lokasi Tahura di Desa Tanah Lemo, Bontobahari,” bebernya.
Sementara itu, Tim Penyidik Tahura, Fadhil Razief menjelaskan, penyelidikan pihaknya diawali dengan informasi di sosial media termasuk diskusi sejumlah warga. Kemudian dikuatkan aduan Bupati Bulukumba, AM Sukri A Sappewali, yang mengharapkan kasus ini ditindaklanjuti. Kuat dugaan ada oknum yang ikut menikmati hasil penjualan lahan negara itu.
“Yah, dasar kita mengawali penyelidikan berdasarkan peta yang dikeluarkan resmi Dinas Kehutanan Bulukumba dan Balai Pengukuran Hutan Provinsi Sulsel. Karena instansi inilah yang kompoten dengan membandingkan peta yang dimiliki oknum, ternyata jauh beda. Nanti dalam waktu dekat ini kita terus sampaikan perkembangannya,” tambahnya. (*)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!