Ponakan Yang Membunuh Hj. Basse Diduga Sakit Hati – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Ponakan Yang Membunuh Hj. Basse Diduga Sakit Hati

pelaku pembunuhan
BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID  — Penemuan mayat nenek, Hj. Basse binti Tallibo (75) warga Timbula, Desa Bontotangnga, Kecamatan Bontotiro, pada Minggu malam 19 Maret 2018 lalu mulai terkuak. Korban diduga dibunuh oleh ponakannya sendiri, Fauziah binti Aziz Talib (40).
Kasat Reskim Polres Bulukumba, Iptu Deki Marizaldi mengungkapkan, dari hasil penyelidikan dilakukan kurang dari 24 jam, pelaku pembunuhan mengarah kepada Fauziah yang juga juru tagih korban. Pelaku berhasil diamankan Senin siang kemarin di kediamannya di Desa Lembanna, Kecamatan Kajang. Dari hasil interogasi, pelaku juga menyebut keterlibatan anak kandung korban sendiri, yakni Andi Kaharuddin (60).
“Pelakunya IRT (Ibu Rumah Tangga), dia adalah juru tagih korban. Kalau anaknya kita amankan juga karena namanya turut disebut. Cuma sampai saat ini kita masih dalami keterlibatan anak korban. Untuk sementara baru Fauziah yang mengakui perbuatannya,” beber Deki.
Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku gelap mata memghabisi nyawa korban lantaran sakit hati karena selama ini kerap mendapatkan perlakuan kasar dari korban. Tidak ada niat membunuh korban, namun pelaku mengaku lebih dahulu mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan hingga akhir membunuh korban yang saat itu tengah berada di kamarnya dengan menggunakan pisau dapur.
“Jadi motif awalnya pelaku ini katanya sakit hati lantaran kerap diperlakukan kasar oleh korban, tapi ini versi pelaku. Kita masih dalami motifnya, termasuk si anak korban ini, apakah terlibat atau bagaimana? Yang jelas keduanya kita sudah amankan,” papar Deki.
Menut Deki, Andi Kaharuddin merupakan orang yang melaporkan dugaan pembunuhan terhadap ibunya. Namun saat ini Andi Kaharuddin masih berstatus saksi, termasuk tiga orang lainnya Pahri, Patahuddin, dan Ancu yang masih dalam pemeriksaan.
Deki menceritakan, korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di kamarnya
pada Minggu 18 Maret sekira pukul 20.30 Wita. Keluarga curiga korban tak pernah keluar kamar dua hari terakhir, hingga akhirnya memutuskan mendobrak pintu kamar korban.
“Jadi korban ini sudah dua hari katanya tidak terlihat, makanya warga setempat berinisiatif masuk ke dalam rumahnya, ternyata sudah meninggal. Dan dari hasil pemeriksaan tim medis ditemukan banyak luka robek dan lebam di beberapa bagian tubuhnya,” bebernya.
Hingga malam tadi, pelaku dan Andi Kaharuddin serta beberapa saksi lainnya masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Bulukumba. Namun pelaku Fauziah dan Andi Kaharuddin untuk sementara diamankan untuk kepentingan penyidikan. (*)
—-

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!