Diduga Selewengkan ADD, Sekdes Garanta Dilaporkan ke Tipikor – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Diduga Selewengkan ADD, Sekdes Garanta Dilaporkan ke Tipikor

Suardi (kanan) saat memberikan keterangan di Unit Tipikor Polres Bulukumba, kemarin. Warga Desa Garanta ini melaporkan dugaan penyalahgunaan dana desa di desanya.
BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID  — Sekretaris Desa (Sekdes) Garanta, Kecamatan Ujungloe, Un (inisial, red) dilaporkan ke Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Bulukumba, Jumat 23 Maret kemarin. Laporan terkait dugaan penyalahgunaan dana desa tahun anggaran 2017.
Suardi warga Dusun Batua, Desa Garanta, mengungkapkan, terpaksa melaporkan sang sekdes lantaran utang pembelian material senilai Rp 17 juta tak kunjung dibayarkan. Sementara berdasarkan informasi yang diterimanya, seluruh anggaran dana desa tahun 2017 telah dicairkan.
“Sejak bulan 11 tahun 2017 kami dijanji terus, alasanya belum dibayarkan ADD-nya. Kami sudah datangi PMD (Badan Pemerintahan dan Masyarakat Desa), katanya sudah cair semua. Jadi kalau begitu di mana dana itu? Kami khawatir justru dana itu masuk ke kantong pribadi,” bebernya ditemui di Mapolres Bulukumba bersama beberapa warga lainnya, kemarin.
Tidak hanya soal piutang, Suardi juga membeberkan dugaan sejumlah proyek yang bersumber dari dana desa yang dinilai tidak sesuai bestek. “Kami mau polisi turun menginvestigasi pekerjaan-pekerjaan (fisik) di Desa Garanta. Bagaimana bisa anggaran sudah cair semua, tapi masih menyisakan banyak sangkutan (utang, red),” pintanya.
Hal lainya juga diungkapkan, Eko, salah satu pemilik rumah makan yang juga ikut dirugikan. “Kalau saya utang makannya itu di warung untuk pekerja (proyek) sebanyak Rp 4 juta lebih, karena kita dijanji-janji terus makanya kita laporkan,” tambahnya.
Kanit Tipikor Polres Bulukumba, Aipda Muh. Ali ditemui di ruang kerjanya menjelaskan, berdasarkan telaah sementara pelaporan warga diarahkan ke bagian pidana umum karena tekait utang piutang pribadi. Berdasarkan alat bukti yangbdiserahkan pelapor, kasus tersebut lebih kepada penipuan atau penggelapan.
Selain itu, total anggaran yang dilaporkan senilai Rp 20 juta lebih, tergolong kecil. Meski begitu pihaknya akan tetap menggali informasi dan menelusuri untuk menguatkan dugaan pelapor.
“Jangan sampai kerugian negara yang kita kejar, lebih besar biaya oprasionalnya. Hal lainnya karena memang ada MoU antara Polri dan Kejaksaan, kalau nilai kerugian negara di bawah Rp100 juta diupayakan dulu pengembalian. Kecuali kalau tidak ada itikad baik maka proses hukum bisa ditempuh,” jelasnya.
Sementara itu, Sekdes Garanta, Un yang coba dikonfirmasi tidak berhasil. Begitupun Kepala Desa Garanta, Andi Alwi Pana yang bupaya dihubungi melalui nomor telepon yang biasa digunakannya juga tidak berhasil. (Fajar RFR)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!