Bocah Tujuh Tahun Diduga Dicabuli Tetangga – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Bocah Tujuh Tahun Diduga Dicabuli Tetangga

Ilustrasi int

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID  — Kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di Bulukumba. Kali menimpa, Ri (7) warga Desa Manjalling, Kecamatan Ujungloe.

Didampingi ayahnya, Ris (29) melaporkan kasus tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bulukumba pada 19 Maret lalu dengan STPL Nomor: STPL/140/III/2018/SPKT. Meski peristiwa tersebut terjadi pada Februari lalu, namun korban tidak mengingat pasti tanggal kejadiannya.
Pelaku Sa (30) merupakan guru mengaji yang tinggal tidak jauh dari areal panti asuhan tempat Ri diasuh. “Itu kejadiannya di areal panti asuhan. Kebetulan anak saya saya titip di sana sudah setahun mi,” kata Ris, warga Desa Polewali.
Kejadian malang yang dialami anak Ris, katanya baru terungkap setelah kunjungannya ke panti asuhan beberapa pekan lalu. Pembina yang hadir waktu itu menyampaikan kecurigaan karena anaknya sering terlambat pulang sekolah.
“Saya ambil anakku saya tanya baik-baik baru mi na akui kalau pernah dicabuli. Anak saya tidak mau pulang cepat karena kejadiannya dialami pada jam pulang sekolah, jadi dia singgah bermain bersama temannya,” jelasnya.
Dari pengakuan korban, peristiwa pencabulan dialaminya sudah dua kali. Korban pernah dipanggil dan ditarik paksa masuk ke kamar kosong. Seperti pelaku perkosaan pada umumnya, Ri mengaku ke ayahnya menerima ancaman dari pelaku untuk tidak membocorkan kasus itu.
“Diancam ki mau dibunuh, makanya takut bicara. Nanti saya yang tanya baru dia berani bicara,” katanya.
Sejauh ini laporan polisi yang dibuat Ris, katanya masih sebatas persuratan untuk memanggil pelapor dan terlapor. Sementara korban sudah menjalani visum ke RSUD Andi Sultan Dg Raja Bulukumba.
“Saya khawatir pelaku melarikan diri, karena kan orang Kalimantan. Kalau satu kali 24 jam tidak ditahan kita akan turunkan massa,” ujarnya.
Ri dititip ke panti asuhan oleh ayahnya karena alasan kerap berpindah-pindah tempat tinggal dan bekerja di luar daerah. Sedangkan ibunya pascabercerai tidak pernah berkabar. Jalan terbaik untuk pedidikan sang anak dari pertimbangan Ris dititip di panti asuhan.
Sementara itu, KPI (Koalisi Perempuan Indonesia) perwakilan Bulukumba, Agustin mengatakan, pelaku seharunya diamankan untuk pemeriksaan. Apalagi kejadiannya di panti asuhan yang banyak anak-anak, dikhawatirkan ada korban lainnya.
“Harapan kita ini ditangani segera karena ini pencabulan di bawah umur,” pintanya.
Kasat Reskrim Polres Bulukumba, Iptu Deki Marizaldi yang dikonfirmasi awak media mengatakan, dirinya belum tahu pasti laporan tersebut. Ia hanya mengarahkan untuk konfirmasi ke unit PPA.
“Saya sedang di Jakarta ada kegiatan, coba konfirmasi dengan kanit PPA,” katanya.

Sementara itu, Kanit PPA, Rosminah yang coba dikonfirmasi melalui nomor telpon yang biasa digunaknnya tidak dijawab. Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi detil dari pihak kepolisian. (*)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!