Bupati Perintahkan Inspektorat Telusuri Dana Desa Garanta – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Bupati Perintahkan Inspektorat Telusuri Dana Desa Garanta

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID – Kasus dugaan penyelewengan dana desa di Desa Garanta, Kecamatan Ujungloe, mendapat perhatian serius Bupati Bulukumba, AM Sukri A Sappewali. Bupati langsung memerintah Inspektorat melakukan investigasi.
Pembentukan tim investigasi menyusul adanya laporan sejumlah warga atas dugaan penyalahgunaan ADD Garanta. Sukri mengaku akan segera membentuk tim pencari fakta atas informasi tersebut untuk mengungkap fakta.
“Segera saya bentuk tim dari Inspektorat. Kita ingin pastikan pekerjaan di lapangan sudah sesuai dengan laporan pertanggungjawaban atau tidak,” jelasnya, Senin 26 Maret 2018, kemarin.
Selain itu, lanjut Sukri, hal lainya yang ingin diketahui adalah peran sekretaris desa (sekdes). Pasalnya, pelaksanaan program di desa baik fisik dan non fisik harus sepengetahuan kepala desa (kades).
“Harusnya kades bertanggung jawab kenapa kok sekdes, kita dalami saja siapa tau di kades nyantol,” sindirnya.
Terakhir, bupati Bulukumba dua periode ini kembali mewarning seluruh aparatur pemerintah desa berhati-hati mengelola ADD dan BDD. Sukri berharap pemerintah desa paktif melakukan komunikasi dengan BPMPD atau pun lembaga penegak hukum terkait mekanisme pengelolaan dana desa.
Selain itu, Sukri berpesan ke depanya setiap pembangunan di desa harus berorientasi pada program padat karya dengan melibatkan sumber daya yang ada di desa setempat. “Jangan main-main dengan anggaran negara, lakukan sesuai dengan koridor aturan yang ada,” imbaunya.
Sebelumnya, beberapa warga Desa Garanta melaporkan sekretaris desanya, Un (inisial, red) ke Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Bulukumba, Jumat 23 Maret lalu. Laporan terkait utang pembelian material senilai Rp 17 juta tak kunjung dibayarkan. Sementara berdasarkan informasi yang diterimanya, seluruh anggaran dana desa tahun 2017 telah dicairkan.
“Sejak bulan 11 tahun 2017 kami dijanji terus, alasanya belum dibayarkan ADD-nya. Kami sudah datangi PMD (Badan Pemerintahan dan Masyarakat Desa), katanya sudah cair semua. Jadi kalau begitu di mana dana itu? Kami khawatir justru dana itu masuk ke kantong pribadi,” bebernya ditemui di Mapolres Bulukumba bersama beberapa warga lainnya, kemarin.
Hal lainya juga diungkapkan, Eko, salah satu pemilik rumah makan yang juga ikut dirugikan. “Kalau saya utang makannya itu di warung untuk pekerja (proyek) sebanyak Rp 4 juta lebih, karena kita dijanji-janji terus makanya kita laporkan,” tambahnya.(faj/man/b)
—-

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!