Bupati Perintahkan Isi Kekosongan Dokter di Puskesmas – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Bupati Perintahkan Isi Kekosongan Dokter di Puskesmas

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali telah memerintahkan Dinas Kesehatan untuk dilakukan pengisian dokter di puskesmas yang kekosong dokter. Langkah tersebut sebagai upaya untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat khususnya di Puskemas Herlang dan Tana Toa.
Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto saat dikonfirmasi, kemarin. Menurutnya, bupati telah memerintahkan instansi terkait termasuk BKPSDM segera mengambil langkah cepat mengatasi persoalan tersebut.
“Upaya yang akan dilakukan adalah membuat kebijakan seperti tenaga dokter kontrak agar pelayanan terus berjalan,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba, dr. Gaffar mengaku telah menerima laporan kekosongan dokter di Puskesmas Herlang dan Puskesmas Tanah Toa, Kecamatan Kajang. Pengusulan dokter telah dilakukan  melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bulukumba sejak laporan adanya laporan dari puskesmas.
“Tadi dirapatkan, BKPSDM yang keluarkan suratnya karena penempatan dokter itu BKPSDM dan bupati,” jelasnya.
Kepala BKPSDM, Andi Ade Ariadi menambahkan, laporan Dinas Kesehatan terkait kekurangan dokter baru diterima. Rapat koordiasi telah dilakukan untuk memperhatikan ketersediaan tenaga medis.
“Iya. Kami sudah terkait itu,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, sudah lima bulan terakhir Puskesmas Herlang kekosongan dokter umum setelah ditinggal dokter sebelumnya. Masyarakat hanya dilayani perawat, terpaksa harus ke puskesmas tetangga bahkan rumah sakit umum
Kepala Puskesmas Herlang, Abbas yang dikonfrimasi membenarkan kekosongan dokter di puskesmas ibu kota kecamatan itu. Awalnya diisi dokter PNS, namun karena alasan pendidikan sejak Desember 2016 tidak masuk dan digantikan dokter magang pada Agustus 2017.
Namun karena mengambil cuti bersalin pada Oktober sampai sekarang, sang dokter pengganti tidak lagi berkantor. Kondisi itu sudah dilaporkan ke Dinas Kesehatan Bulukumba.
“Memang betul tidak ada dokter PNS dan dokter pengganti juga tidak mau masuk lagi. Sudah dilaporkan ke Dinas Kesehatan jadi sudah natahu mi itu pak kadis,” katanya.
Selama tidak ada dokter, Abbas mengakui pelayanan kesehatan untuk pemeriksaan dilakukan perawat senior. Langkah itu terpaksa dilakukan agar pelayanan kesehatan tidak terhenti, meskipun tidak sedikit masyarakat yang kecewa dan memilih memeriksa ke Puskesmas Karassing, Bontotiro, atau Puskesmas Kajang.
“Yang kasih resep juga perawat senior, tidak ada pilihan lain karena kalau tidak begitu terhenti pelayanan di sini,” tambahnya. (jar/man/b)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!