Lima Bulan Puskesmas Herlang Ditinggal Dokter – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Lima Bulan Puskesmas Herlang Ditinggal Dokter

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Lima bulan terakhir, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecematan Herlang, Bulukumba, kekosongan dokter umum setelah ditinggal sebelumnya. Akibatnya, pelayanan kesehatan kepada masyarakat terganggu dan tidak optimal.
Salah seorang warga setempat, Andi Abadi mengungkapkan, sudah lima bulan warga kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai di Puskesmas Herlang. Masyarakat hanya dilayani perawat, terpaksa harus ke puskesmas tetangga bahkan rumah sakit umum
“Iya, pernah ada dokter, tapi sekarang kosong. Dokter pengganti tidak ada,” ujarnya, kemarin.
Dia mendesak pemerintah untuk segera melakukan pengisian dokter umum. Sebab warga sangat membutuhkan pelayanan kesehatan khususnya yang hendak melakukan pemeriksaan. Apalagi kekosongan dokter sudah berlangsung cukup lama.
“Ini harus diisi segera, tidak boleh tidak. Kita butuh pelayanan, masa pemeriksaan kita dikasi resep sama perawat,” keluhnya.
Menrutunya, percuma ada puskesmas jika tidak ada dokter yang memberikan pelayanan, terutama emergency. Apalagi jangkaun puskesmas dari Herlang ke fasilitas kesehatan lainnya cukup jauh, sementara warga membutuhkan pelayanan pemeriksaan setiap hari.
“Coba kalau ada yang membutuhkan pertolongan, baru tidak ada dokter. Ini kan kasian warga di bawah,” jelasnya.
Kepala Puskesmas Herlang, Abbas yang dikonfrimasi membenarkan kekosongan dokter di puskesmas ibu kota kecamatan itu. Awalnya diisi dokter PNS, namun karena alasan pendidikan sejak Desember 2016 tidak masuk dan digantikan dokter magang pada Agustus 2017.
Namun karena mengambil cuti bersalin pada Oktober sampai sekarang, sang dokter pengganti tidak lagi berkantor. Kondisi itu sudah dilaporkan ke Dinas Kesehatan Bulukumba.
“Memang betul tidak ada dokter PNS dan dokter pengganti juga tidak mau masuk lagi. Sudah dilaporkan ke Dinas Kesehatan jadi sudah natahu mi itu pak kadis,” katanya.
Selama tidak ada dokter, Abbas mengakui pelayanan kesehatan untuk pemeriksaan dilakukan perawat senior. Langkah itu terpaksa dilakukan agar pelayanan kesehatan tidak terhenti, meskipun tidak sedikit masyarakat yang kecewa dan memilih memeriksa ke Puskesmas Karassing, Bontotiro, atau Puskesmas Kajang.
“Yang kasih resep juga perawat senior, tidak ada pilihan lain karena kalau tidak begitu terhenti pelayanan di sini,” tambahnya.
Sementara itu, Kadis Kesehatan Bulukumba, dr. Gaffar yang coba dikonfirmasi tidak berhasil. Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi dari pihak Dinas Kesehatan Bulukumba. Masyarakat berharap persoalan tersebut segera dicarikan solusinya. (*)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!