Dukung Pilkada Damai Bantaeng, Penggiat Literasi dan Pemuda Gelar Dialog Kebangsaan – Radar Selatan

Radar Selatan

Bantaeng

Dukung Pilkada Damai Bantaeng, Penggiat Literasi dan Pemuda Gelar Dialog Kebangsaan

BANTAENG, RADAR SELATAN.CO.ID — Dalam rangka mendukung Pilkada Bantaeng, damai sejumlah Penggiat Literai Indonesia bersama sejumlah kelompok pemuda Kabupaten Bantaeng menggelar dialog kebangsaan tentang memahami nilai luhur kebudayaan lokal dan Pancasila untuk pilkada damai di Bumi Butta Toa Kabupaeten Bantaeng. Kegitan ini terlaksana di Cafe Soerabi, Sabtu malam (30/3/2018).

 

Pada dialog ini, pihak pelaksana menghadirkan narasumber dari Polres Bantaeng, Panwaslu, KPU Bantaeng dan Sastrawan dan Budayawan Sulsel, Andhika Mappasomba.

 

 

Kasat Binmas Iptu Suardi Hasyim Mewakili Polres Bantaeng menyampaikan, untuk memberikan pengetahuaan kepada masyarakat memang perlu diadakan sosialisasi mengenai pancasila dan kebhinekaan, salah satunya melalui dialog kebangsaan. Selain penguatan nasionalisme juga dalam ranga mendukung partisipasi aktif pada Pilkada mendatang, khususnya dalam menciptkan pilkada yang damai dan aman.

 

 

“Usaha untuk mewujudkan kehidupan reforamasi secara konsekuen memerlukan komitmen seluruh masyarakat, kebangsaan kita kedepan akan berhadapan dengan 2 tantangan yaitu Masih kurangnya pemahaman tentang agama sehingga menimbulkan pemahaman yang kurang jelas dan Kurang berkembangnya pemahamaan tentang kebhinekaan. Ditambah lagi, Kurangnya keteladaan oleh orang-orang yang telah dituakan dan adanya pengaruh globalisasi secara meluas sehingga sifat mencintai Negara berkurang,” ungkapnya.

 

Dalam konteks NKRI menurut Suardi, banyak nilai lokal disetiap daerah yang mampu menjadi solusi terhadap masalah nilai kearifan di daerah salah satunya di bantaeng. Masyarakat harus senantiasa menerapkan sikap “sipakalebbi, SIpakatau, sipakainga.

 

 

“Terkait penyebaran berita hoax ditengan belangsungya Pilkada Bantaeng, Polisi sementara menerapkan ANTI HOAX karena HOAX mampu meruntuhkan pikiran dan Negara kita. Pihak-pihak terkait saling bekerja sama dengan baik untuk mewujudkan pilkada damai. Kita mengharapkan bantaeng menjadi percontohan dalam menyelenggarakan Pilkada Damai,” Harapnya.

Ketua Panwaslu Kabupaeten Bantaeng, M Syakrul menyampaikan, Panwas bantaeng saat ini senantiasa membuka ruang untuk sama-sama belajar dan saling bersinergi dalam pilkada, sebagaimana menerapkan sipakalabbi, sipakainga,sipakainga.

“Harapannya dalam menjalin kerja sama agar dalam menyebarkan informasi bisa sesuai dengan informasi yang sebenar-benarnya. Kita ingin menciptakan pilkada damai sebaiknya tahu apa yang mesti kita lakukan, Ujarnya.

Mahbub, Komisioner KPU Bantaeng berpendapat, pilkada menjadi benteng untuk memilih pemimpin yang mampu menperkecil konflik yang ada, literasi media utamanya media sosial, menjadi sangat penting dan harus kita gelorakan untuk menuju pilkada damai.

“Kami mengapresiasi para peserta pemilihan hari ini yang hingga hari ini betul-betul membuktikan bahwa kita ini serumpun, sedarah sehingga senantiasa saling mensupport, kesaamaan penting untuk kita deklarasi. Terima kasih kepada penyelenggara dan peserta pemilih di bantaeng semoga senantiasa cerdas dalam melakukan pemilihan” Ungkap Pria Berambut gondrong ini.

Sementara itu, Fakta mengejutkan, disampaikan Andika Mappasomba. Sastrawan asal Bulukumba ini mengakui, jika salahsatu kabupaten yang minim minat diskusi warga dan pemudanya adalah Kabupaten Bantaeng. Terbukti, hanya ada satu kelompok pemuda yaitu dari Ikatan Pemuda Nahdatul Ulama (IPNU) yang menghadiri kegiatan ini.

“Saya telah berkeliling menggelar diskusi kebangsaaan, mengajak teman-teman dan semuanya mencitai INdonesia berawal dari daerahnya melalui Diskusi kebangsaan, daerah ini yang paling minim persertanya,” ungkapnya.

Menurutnya, Pemuda Bantaeng harusnya membuka ruang bagi Instansi, penyelenggara Pemilu dan Penegak Hukum untuk salin berdialog dan menyampaikan pendapat terlebh uneg-uneg warga yang selama ini jadi perbincangan di sosial media.

“Pemuda Bantaeng seharusnya lebih paham dan tahu tentang sejarah Bantaeng untuk meningkatkan rasa nasionalisme yang ia harus miliki. Pemuda saat ini adakah yang tahu siapa yang pertama kali mengibarkan bendera Merah Putih di laut Bantaeng saat Indonesia Memproklamirkan kemerdekaan tahun 1945?, Pemuda Bantaeng adakah yang tahu tentang manusia setengah dewa, Arung Palakka dalam perjalanannya ke Kabupaten Bantaeng, lalu mengakui dirinya kebal benda tajam, namun berhasil ditikam dan berdarah oleh warga Bantaeng,? saya rasa tidak ada. Indonesia sesungguhnya adalah Indonesia yang telah kita nikmati bersama mala mini, minum kopi bersama lalu berdiskusi tentang ndoensia. Sebuah kota kabupaten sebaiknya mengadakan diskusi yang baik mengundang OPD terkait isu-isu sosial yang terjadi,” Harap Andhika.

Kegiatan ini ditutup dengan persembahan puisi dari Andika Mappasomba, tetang sulitnya menjadi Kandidat Calon Kepala Daerah.

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!