Besok, KH Zawawi Imron Beri Kuliah Umum di STKIP – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Besok, KH Zawawi Imron Beri Kuliah Umum di STKIP

KH Zawawi Imron

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — KH Zawawi Imron dijadwalkan memberikan kuliah umum di STKIP Muhammadiyah Bulukumba, Sabtu siang 7 April besok. Ulama sekaligus tokoh sastra nasional ini diminta menjadi pembicara seputar sastra kepada mahasiswa.

 

Ketua STKIP Muhammadiyah Bulukumba, Jumase Basra mengatakan, kehadiran KH Zawawi Imron merupakan sebuah kebanggan tersendiri bagi civitas dan akademika. Selain memberikan pencerahan dan pengetahuan tambahan bagi mahasiswa, kehadiran budayawan asal Madura tersebut memberikan warna baru bagi perkembangan dunia pendidikan khususnya di bidang sastra.

“Alhamdulillah, sebuah kesyukuran bagi kami beliau bersedia menyempatkan waktu memberikan pencerahan di kampus kami. Terima kasih juga kepada RADAR SELATAN yang telah memfasilitasi kehadiran beliau,” ujarnya ditemui di kantornya kemarin.

Wakil Ketua I STKIP Muhammadiyah Bulukumba, Asdar menambahkan, hadirnya KH Zawawi Imron sebuah nilai tersendiri bagi STKIP Muhammadiyah Bulukumba yang tengah dalam proses visitasi akreditasi kampus khususnya jurusan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. “Ini momentum yang sangat tepat yang harus kami manfaatkan dengan sebaik mungkin. Ilmu dan ketokohan beliau akan menjadi nilai plus bagi kampus kami,” ujarnya.

Rencananya, KH Zawawi Imron menjadi dosen tamu yang akan berbagi ilmu di Kampus I STKIP Muhammadiyah Bulukumba, Jl. Ir. Soekarno, sekira pukul 13.30 Wita. Setelah memberikan kuliah umum, penulis puisi “Mata Badik Mata Puisi” tahun 2012 itu akan memberikan tauziah pada milad Harian RADAR SELATAN, Sabtu malam 7 April di pelataran Kantor Harian RADAR SELATAN.

Dikutip dari wikipeia.org, KH D Zawawi Imron mulai terkenal dalam percaturan sastra Indonesia sejak Temu Penyair 10 Kota di Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada tahun 1982. Sejak tamat Sekolah Rakyat, dia melanjutkan pendidikannya di Pesantren Lambicabbi, Gapura, Semenep.

Kumpulan sajaknya Bulan Tertusuk Ilallang mengilhami Sutradara Garin Nugroho untuk membuat film layar perak Bulan Tertusuk Ilallang. Kumpulan sajaknya Nenek Moyangku Airmata terpilih sebagai buku puisi terbaik dengan mendapat hadiah Yayasan Buku Utama pada 1985.

Pada 1990 kumpulan sajak Celurit Emas dan Nenek Moyangku Airmata terpilih menjadi buku puisi di Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Juara pertama sayembara menulis puisi AN-teve dalam rangka hari ulang tahun kemerdekaan RI ke-50 pada 1995. Beberapa sajaknya telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris, Belanda dan Bulgaria.

Saat ini ia menjadi Anggota Dewan Pengasuh Pesantren Ilmu Giri (Yogyakarta). D. Zawawi Imron banyak berceramah Agama sekaligus membacakan sajaknya, di Yogyakarta, ITS. Surakarta, UNHAS Makasar, IKIP Malang dan Balai Sidang Senayan Jakarta. Juara pertama menulis puisi di AN-teve. Pembicara Seminar Majelis Bahasa Brunei Indonesia Malaysia (MABBIM) dan Majelis Asia Tenggara (MASTERA) Brunei Darussalam (Maret 2002). Selain itu Dia juga dikenal sebagai Budayawan Madura.

Pada tahun 2012 dia menerima penghargaan “The S.E.A Write Award” di Bangkok Thailand, The S.E.A. Write Award adalah penghargaan yang diberikan keluarga kerajaan Thailand untuk para penulis di kawasan ASEAN. Selain itu pada tahun 2012, di bulan Juli, dia juga meluncurkan buku puisinya yang berjudul “Mata Badik Mata Puisi” di Makassar, kumpulan puisinya ini berisi tentang Bugis dan Makassar.

Hingga kini, Zawawi Imron masih setia tinggal di Batang-batang, Madura, tanah kelahiran sekaligus sumber inspirasi bagi puisi-puisinya.(man)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!