Terdakwa Korupsi PLTMH Kahayya Divonis 1,4 Tahun dan Ganti Rugi Rp 883 Juta – Radar Selatan

Radar Selatan

Hiburan

Terdakwa Korupsi PLTMH Kahayya Divonis 1,4 Tahun dan Ganti Rugi Rp 883 Juta

REPORTER: RAKHMAT FAJAR
BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID  — Dua terdakwa kasus korupsi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidra (PLTMH) di Desa Kahayya, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, divonis 1,4 tahun penjara. Masing-masing Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Mufti Inti Priyanto, dan rekanan konsorsium PT Abadi Tera, Rachmat Sampe Toding.
Sidang yang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar, Selasa 17 April itu, hakim menilai keduanya secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi pada proyek yang didanai APBN tahun 2008 senilai Rp1,2 miliar. Selain hukuman penjara, keduanya juga diwajibkan mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 883 juta.
Kasi Pidsus Kejari Bulukumba, Femi I Nasution,  menjelaskan, dalam kasus tersebut kedua terdakwa dianggap paling bertanggung jawab dalam proyek Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT). Proyek yang diperuntukkan untuk menjamin listrik bagi 200 kepala keluarga di Desa Kahayya, namun tidak berfungsi.
“Dalam kasus ini dua yang kita tetapkan (tersangka), dan kemarin sudah vonis. Sidang putusanya sempat tertunda sepekan. Kita (kaksa) masih pikir-pikir dengan putusan hakim. Karena kita tuntut dua tahun lebih,” ungkap Femi dikonfirmasi, Rabu 18 April 2018.
Selain vonis penjara, kedua terdakwa juga diwajibkan membayara ganti rugi sebesar Rp 883.289.222 dan denda Rp 50 juta subsider tiga bulan penjara. “Kalau tidak bisa mengganti kerugian negara Rp 800 juta lebih itu dikonversi hukuman 10 bulan penjara,” tambahnya.
Dalam kasus ini, lanjut Femi, kedua terdakwa dijerat pasal primairi, pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20/2001 jo pasal 55 ayat 1 KUHP subsider pasal 3 jo pasal 18 UU No. 31/1999.
“Jadi kami ingatkan awal mula dilakukan peneyelidikan terhadap kasus ini, itu setelah ditemukan realisasi di lapangan tidak berjalan maksimal karena anggaran sudah cair 100 persen namun  proyek belum bisa difungsikan. Ada dugaan  kesengajaan yang dilakukan rekanan yang tidak melengkapi alat pendukung, sehingga  pembangkit listrik tak berfungsi,” tutupnya. (*)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!