Soal Proyek Papan Panjat, Dispora: Pakai Tripleks Karena Anggaran Terbatas – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Soal Proyek Papan Panjat, Dispora: Pakai Tripleks Karena Anggaran Terbatas

Ilustrasi int
REPORTER: RAKHMAT FAJAR
BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID  — Proyek papan panjat tebing (wall climbing) yang menjadi polemik sedikit mulai terkuak. Keterbatasan anggaran menjadi alasan sehingga fasilitas olahraga ekstrem tersebut hanya menggunakan papan tripleks.
Hal ini diungkapkan Sekretaris Dinas Pemuda Olaharga (Dispora) Kabupaten Bulukumba, Andi Hamka, Kamis 19 April kemarin. Menurutnya, proyek yang diprogramkan melalui Bidang Olahraga di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpoe) 2016 silam saat itu sudah sesuai perenaan dan RAB (Rencana Anggaran Belanja).
“Tapi tidak ada yang salah karena diperencanaan memang RAB-nya seperti itu, bukan fiber tapi tripleks. Alasanya saat itu karena memang anggarannya sedikit makanya itu yang dimaksimalkan,” bebernya.
Hamka yang kala itu menjabat sebagai kepala Bidang Olahraga mengakui, pada proses perencaan sempat terjadi perbedaan pendapat antara konsultan dan PPTK terkait kualifikasi dinding. Menurutnya, sesuai standar wall climbing memang seharusnya menggunakan panel fiberglass seperti yang ada di Kabupaten Bantaeng, bukan tripleks tebal seperti yang digunakan di GOR Bulukumba saat ini.
Kerusakan panel pada wall climbing di GOR Bulukumba saat ini wajar karena usianya yang sudah hampir dua tahun. Intensitas pemakaian juga sudah relatif lama, bahkan sempat digunakan atlet panjat tebing Bulukumba yang berhasil lolos ke porda beberapa waktu lalu.
“Sudah diperiksa dan tidak ada masalah. Rusak karena sudah setahun lebih mi dipakai. Itu dipakai lama bahkan ada tiga atlet kita lolos porda berkat adanya sarana yang kita siapkan,” ujarnya.
Tahun ini, lanjut Hamka, pihaknya akan kembali mengusulkan anggaran perbaikan panel wall climbing tersebut melalui dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). “Pak Gatot (Kabag Umum Setda Bulukumba, red) juga sebagai ketua panjat tebing mengaku akan memperbaiki dan mengganti yang lebih bagus,” terangnya.
Sementat itu Kadis Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Bulukumba, Ahmad Januaris yang dikonfirmasi membenarkan proyek tersebut dianggarkan melalui instansinya yang kala itu masih satu naungan Bidang Olahraga. “Iya memang secara kelembagaan saat itu masih Disdikpora, tapi secara teknis saya kurang tahu. Tapi setahu saya ini teknisnya di Bidang Olahraga saat itu,” singkatnya.
Sebelumnya diberitakan, proyek wall climbing senilai Rp 280 juta bersumber dari APBD Kabupaten Bulukumba tahun 2016 yang diduga bermasalah. Ketua Komisi D DPRD Bulukumba, Muhammad Bakti mencurigai adanya penyalahgunaan anggaran pada proyek tersebut. Pasalnya, belum genap setahun sarana olahraga tersebut sudah rusa dan tidak dapat dimanfaatkan sama sekali.
“Setelah saya turun memantau langsung ternyata memang kondisinya sangat memperhatinkan. Bahkan sudah hampir habis platnya (dindingnya). Makanya proyek ini memang harus diusut jangan sampai buang-buang anggaran,” kata Bakti, Selasa, 13 Maret 2018 lalu.
Padahal kata dia, proyek olahraga terebut dianggarkan melalui dana APBD pokok dan perubahan tahun 2016 dengan total anggaran Rp 280 juta. “Saya perhatikan dindingnya menggunakan bahan tripleks, padahal seharusnya pakai fiber. Nah, ini yang muncul kecurigaan adanya kesalahan pengerjaan,” ungkap politikus Gerindra ini.
Pantauan RADAR SELATAN di lokasi papan panjat, kondisinya sangat memprihatinkan. Seluruh panel yang terbuat dari tripleks terlepas dan berhamburan di sekitar menara. Kondisi ini tentu memunculkan tanda tanya, karena jika dibandingkan dengan sarana olahraga yang sama di Kabupaten Bantaeng dan Sinjai dibangun beberapa tahun lalu hingga kini tetap kokoh. Bahan papan yang digunakan pun berbeda, yakni fiber glass. (*)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!