Pelaku Penganiayaan di Kajang Tak Ditahan – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Pelaku Penganiayaan di Kajang Tak Ditahan

MENGADU. Sunarti didampingi saudaranya saat mengadu ke Redaksi RADAR SELATAN, Selasa, 24 April 2018. Ia berharap agar pelaku penganiayaan terhadap ibunya ditahan.

REPORTER: RAKHMAT FAJAR

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID  — Sunarti warga Kassi Buta, Desa Lembang, Kecamatan Kajang menyoroti proses hukum yang dilakukan pihak Polsek Kajang.

Lantaran pelaku dugaan penganiayaan terhadap ibunya, Sudirman (32) yang tak lain tetangganya sendiri tak kunjung ditahan.

 

Hal itu disampaikan Sunarti saat berkunjung ke Redaksi RADAR SELATAN, Selasa, 24 April 2018. Ia menjelaskan, hingga tiga bulan lamanya sejak dilaporkan 14 Januari 2018 lalu, pelaku penganiayaan terhadap ibunya bernama Satu Bin Jamure (54) tak kunjung ditahan.

 

Padahal berdasarkan keterangan saksi dan bukti visum, menunjukkan kalau Sudirman  melakukan kekerasan terhadap ibu kandungnya. Akibatnya, sang ibu mengalami luka lecet di sejumlah bagian tubuhnya akibat ditendang pelaku.

 

 

“Saya tidak tau apa alasan polisi tidak menahan. Ini murni penganiayaan. Saya ini masyarakat biasa dan bodoh, kami hanya menuntut keadilan dan kepastian hukum. Sakit hati kami melihat pelaku yang menganiaya ibu kandung kami namun pelaku masih bebas berkeliaran,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan banyak keganjalan dalam kasus tersebut, mulai tak adanya surat pemberitahuan dari penyidik tentang perkembangan kasus termasuk surat pemberitahuan berkas yang telah dikirim ke kejaksaan.

 

Bahkan kasus tersebut sempat ditolak persidangannya lantaran belum lengkap karena dalam kasus ini polisi memasukkan laporan tindak pidana penganiayaan ringan.

 

Bahkan ia juga mempertanyakan dan mencurigai ada permainan yang dilakukan polisi dan pelaku hingga laporannya tak kunjung disidangkan akan tetapi beralih kepada persidangan prapradilan.

 

“Penyidik Polsek Kajang di Prapradilankan oleh pelaku. Yah kita lihat sejauh mana polisi bertahan di depan hakim bahwa prosedur penetapan tersangka sudah benar. Saya hanya menduga ini settingan saja. Kenapa juga pelaku sampai sekarang tidak ditahan,” ujarnya.

 

Ia berharap dalam kasus ini majelis hakim nantinya jeli melihat bukti dan keterangan saksi, sehingga keadilan bisa dirasakan masyarakat khususnya korban.

 

“Warga bisa tidak percaya lagi dengan Polsek Kajang, kalau ada kasus tidak terselesaikan. Kalau bukan kepada polisi kita menuntut keadilan dimana lagi?. Kami hanya mau pelaku ditahan, polisi sudah menetapkan tersangka, apa lagi alasannya?,” tutupnya.

 

Dikonfirmasi, Kapolsek Kajang AKP. Syamsul Bahri membenarkan adanya kasus dugaan tindak penganiayaan  tersebut. Mengenai pelaku yang tidak ditahan adalah hasil pertimbangan penyidik.

 

Dia menjelaskan bahwa kalau kasus warga tersebut sebenarnya sudah masuk dalam ranah persidangan, hanya saja di perjalanan pihaknya di prapradilankan oleh terlapor karena merasa proses penetapan tersangka tidak sesuai mekanisme.

 

“Yang dilapor ini adalah praktisi hukum. Makanya ia merasa ada yang salah dalam menetapkan tersangka. Tapi yang jelas prosedur dan mekanisme ditetapkannya sebagai tersangka sudah sesuai. Kami sudah siapkan bukti yang menguatkan terlapor sebagai tersangka, jadi untuk pelapor, percayakan ke penegak hukum,” pintanya. (*)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!