Polisi Telusuri Proyek Panjat Tebing – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Polisi Telusuri Proyek Panjat Tebing

PERBANDINGAN. Kondisi menara papan panjat milik Kabupaten Bulukumba kini tinggal kerangka. Sementara pada gambar lain, papan panjat di Kabupaten Bantaeng masih tetap kokoh. Keduanya dibangun pada tahun 2016 namun material yang digunakan jauh berbeda
 BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID  — Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Bulukumba mulai membidik proyek papan panjat tebing (wall climbing) di Dispora Bulukumba yang terindikasi bermasalah. Hal itu dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya dugaan tindak pidana pada proyek senilai Rp 280 juta tersebut.
Kasat Reskrim Polres Bulukumba, Iptu Deki Marizaldi mengungkapkan, pihaknya telah mendapat informasi terkait proyek yang dikerjakan pada tahun 2016 tersebut. Meski belum ada yang laporan resmi, namun informasi dari media massa dan media sosial telah cukup menjadi dasar melakukan penelusuran.
“Kita baru mau selidiki, kan panjang prosesnya yang begini. Mulai mencari informasi dan konfirmasi pihak yang terkait pada pekerjaa ini,” terangnya, Rabu 25 April 2018.
Deki berharap dukungan seluruh pihak khususnya yang terkait langsung dengan proyek tersebut dalam upaya mengungkap fakta. “Kita baru mau mengumpulkan data dulu. Benar sudah kita dengar polemiknya dari berita,” ujarnya.
Kanit Tipikor, Aipda Muh. Ali menambahkan, telah ada perintah untuk memulai pengumpulan bahan keterangan terkait proyek tersebut. Apalagi sempat terjadi saling lempar terkait penanggung jawab kegiatan antara Dispora dan Bagian Umum Setdakab Bulukumba. Ditambah lagi sorotan dari anggota DPRD.
“Pak kasat sudah sampaikan ke Tipikor untuk diselidiki. Baru kita mau masukcari info terkait ini, karena sudah lama berpolemik. Tapi harus ditahu dulu sumber anggarannya dari mana,” bebernya.
Terpisah, Wakil Ketua I DPRD Bulukumba, Andi Zukarnain Pangki, menyanyangkan sikap OPD yang saling lempar tanggung jawab terkait proyek tersebut. Dia meminta OPD penanggung jawab kegiatan harus membuka RAB (Rencana Anggaran Belanja) dan kontrak kerja proyek tersebut, termasuk rekanan yang mengerjakannya.
“Tidak usah saling lempar, kalau tidak ada kontrak dan OPD yang mengaku itu proyek siluman namanya,” ujarnya.
Ketua DPD II PAN ini melanjutkan, pada persoalan ini diakuinya sangat sederhana untuk mengetahui ada atau tidaknya kejanggalan. Salah satunya dengan memanggil penanggung jawab program dan rekanan kemudian selanjutnya melihat RAB apakah telah sesuai dengan dilapangan.
“Kalau tidak sesuai RAB maka rekanan wajib mengerjakan kembali. Material dan speknya memang harus jelas. Termasuk perencanaanya karena ini soal asas manfaatnya,” tegasnya.
Sekadar diketahui, kondisi papan panjat yang berlokasi di GOR Bulukumba saat ini sudah sangat memprihatinkan. Menara papan panjat hanya tersisa rangka bajanya saja, sementara material tipleks yang digunakan sebagai panel hancur dan berserakan di sekitar menara.
Berbeda kondisinya dengan papan panjat tebing di Kabupaten Bantaeng yang juga dibangun sejak tahun 2016 silam. Panel yang menggunakan material fiberglass hingga kini tetap kokoh dan digunakan setiap hari para atlet untuk berlatih. (faj/man/b)
—–

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!