Incumbent Akan Laporkan Timsel ke KPU RI – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Incumbent Akan Laporkan Timsel ke KPU RI

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Bola panas jelang penetapan anggota Komisioner KPUD Bulukumba mulai bergulir. Komisioner KPU yang berstatus incumbent berencana melaporkan tim seleksi (timsel) ke KPU RI dan Ombudsman.
Komisioner KPU Bulukumba,  Ambar Rusnita mengungkapkan, hingga saat ini dia dan ketiga rekannya sesama incumbent tidak menerima keputusan timsel. Mereka menilai ada yang janggal dalam proses seleksi. Dia menduga ada permainan, pasalnya pada proses seleksi dirinya memiliki nilai yang tinggi pada setiap tahapan.
“Mereka (timsel) tidak fear, masa hanya gara-gara persoalan kasus DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) menjadi acuan. Semua komisioner KPUD di daerah lain juga pernah di DKPP-kan, tapi mereka lolos,” kat Ambar, Kamis 26 April 2018.
Sebagai bentuk transparansi, mantan komisioner Panwaslu Bulukumba ini meminta penjelasan timsel terkait kriteria dan indikator penilian yang digunakan. “Kalau akumulasi nilai saya dan Pak Hasanuddin Salasa berada diranking teratas. Kok justru yang jauh di bawah kami yang lolos,” ketusnya.
Komisioner lainnya, Hasanuddin Salasa menambahkan, seharusnya timsel menjelaskan ke publik alasan sehingga incumbent yang memiliki nilai tertinggi tidak lolos. Menurutnya jika persoalan DKPP yang menjadi acuan, maka kedepannya komisioner KPUD yang kembali mendaftar pada periode selanjutnya mudah untuk dikriminalisas
“Harus jelas apa saja kriterianya. Berbicara masalah DKPP itu harus ada kriterianya. Apakah karena di DKPP-kan karena persoalan integritas atau administrasi. Bukannya kami tidak terima, tapi kami butuh penjelasan,” katanya.
Rencananya, empat calon incumbent termasuk Ambar Rusnita dan Awaluddin akan melaporkan hal tersebut ke Ombudstman dan KPU RI. Mereka berharap persoalan tersebut ditelaah secara transparan sesuai peraturan perundang-undangan.
“Saya bukan pada persoalan lolos atau ambisi, tapi perlu secara terbuka menentukan standar yang digunakan memutuskan. Kkalau bertentangan dengan ketentuan yang ada maka mandat itu harus ditarik KPU dan menganulir keputusan timsel,” jelas Hasanuddin Salasa.
Sementara itu Ketua Timsel Komisioner KPU Sulsel, Aminullah yang dikonfirmasi mengaku tak mempersoalkan rencana pelaporan ke KPU RI dan Ombundsman. Dia menilai hal tersebut adalah hak kontitusional setiap warga negara khususnya para bakal calon.
Menurutnya proses yang dilakukan timsel telah berada pada koridor yang benar. Lolosnya komisioner di sejumlah tahapan sebelumnya hingga akhirnya dinyatakan gugur, karena proses seleksi memiliki tahapan dengan proses penilian yang berbeda.
“Setiap seleksi ada tahapan, berkas mereka lolos, psikotes juga bagus. Cuma di tahapan meminta tanggapan masyarakat. Mereka dilaporkan bermasalah dengan melampirkan hasil DKPP,” terangnya.
Dalam putusan sidang DKPP tersebut, keempat komisioner KPU Bulukumba secara sah melakukan pelanggaran etik. Bahka ada diantaranya telah dua kali menjalani sidang DKPP.
Selain itu, Aminullah mengaku timsel memiliki ruang subjektifitas dalam mengambil keputusan dengan mempetimbangan segala hal yang diatur dalam UU dan tahapan seleksi. Terkait permintaan agar skoring dibuka ke publik, diakuinya tak dapat dilakukan karena masuk dalam pasal pengecualiaan UU Keterbukaan Informasi Publik.
“Tidak bisa dibuka kecuali putusan pengadilan. Saya juga tegaskan, untuk enam nama yang lolos ke tahap berikutnya, saya tidak kenal dan tidak pernah ketemu sebelum seleksi. Namanya, apa pekerjaanya, di mana tinggal, latar belakangnya saya tidak tahu,” pangkasnya. (faj/man/b)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!