Dijanji UMP, Karyawan Lonsum Tunda Mogok – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Dijanji UMP, Karyawan Lonsum Tunda Mogok

* Kekurangan Tetap Dibayarkan Mulai Januari
BULUKUMBA, RADAR SAELATAN.CO.ID  — Rencana mogok kerja yang diwacanakan buruh dan karyawan PT London Sumatra (Lonsum), Rabu 2 Mei mendatang, akhirnya ditunda. Alasannya, pihak perusahaan menjanjikan akan manerapkan gaji sesuai UMP (Upah Minimum Provinsi).
Hal tersebut diungkapkan Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPPP-SPSI), Mully Base. Dia mengaku, kesediaan pihak perusahaan menerapkan UMP disampaikan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Bulukumba selaku mediator antara karyawan dan manajemen perusahaan karet terbesar di Indonesia itu.
“Memang rencananya kita jadwal mogok kerja tanggal 2 Mei ini. Tapi setelah difasilitasi Disnaker, katanya tanggal 3 Mei itu sudah ada hasil dan katanya akan dipenuhi tuntutan karyawan,” ungkapnya, Minggu 29 April 2018.
Meski begitu, Mully menegaskan, aksi mogok kerja akan tetap dilakukan jika PT Lonsum tak memenuhi janjinya. Menurutnya penyusuaian UMP menjadi kewajib bagi perusahaan sebagai pemenuhan hak kepada karyawan. “Jangan janji-janji, karena kalau tidak ada hasil sampai tanggal 3 Mei, maka kita akan gelar aksi mogok kerja. Kita sudah capek dijanji terus,” ancamnya.
Sementar itu, Kepala Disnaker Bulukumba, Andi Abd. Rahman yang dikonfirmasi mengaku pihaknya telah memanggil manajer PT Lonsum untuk membahas bersama tuntutan karayawan. Dalam pertemuan itu pihak perusahaan berjanji akan menyusuaikan UMP. Disnaker juga telah bersurat kepada manajemen PT Lonsum pusat, mendesak secepatnya melakukan penyusuaian upah karyawan sesuai UMP.
“Mereka berjanji penyesuaian upah tetap akan berlaku mulai Januari 2018, sehingga pekerja akan menerima kekurangan upah setelah berlakunya upah penyesuaian. Hal ini juga telah disampaikan kepada para pekerja melalui pertemuan Bipartit tanggal 18 April lalu dengan PUK SPSI Palangisang,” jelasnya.
Humas PT Lonsum Pusat, Anggoro menjelaskan, pihaknya sedang menunggu rapat internal perusahaan untuk menyusun mekanisme penyusuaian upah 2018. Menurutnya proses pemberlakuan upah karyawan itu setelah dikeluarkanya surat keputusan (SK) dari perusahaan tentang pengajian. .
Pasalnya, proses penyesuaian upah bukan satu kebun saja di Sulawesi, tapi di seluruh kebun milik PT Lonsum di berbagai daerah. Sementara soal upah, pihaknya juga tetap akanenghitung UMP per Januari 2018.
Meski terjadi keterlambatan soal penyetaraan UMP Sulsel, pihaknya tetap menyiapkan fasilitas dan hal lainnya yang menjadi kebutuhan karyawan.
“Setiap tahun perusahaan selalu menyesuaikan upah sesuai ketentuan. Tidak ada hubungannya dengan rugi atau untung. Ini hanya masalah timing saja, hanya mnunggu waktu. Bila sudah ada keputusan maka upah disesuaikan. Biasanya tiap tahun bila ada UMP baru kita adakan pertemuan di Makassar membahasnya,” terangnya. (faj/man/b)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!