Soal Penanganan Perkara, Kejari Bulukumba Dituding Tajam ke Bawah Tumpul ke Atas – Radar Selatan

Radar Selatan

Bantaeng

Soal Penanganan Perkara, Kejari Bulukumba Dituding Tajam ke Bawah Tumpul ke Atas

ANJAR S MASIGA/RADAR SELATAN Aksi unjuk rasa KNPI Bulukumba di Kejari Bulukumba sempat memanas saat massa dihalangi membakar ban oleh petugas pengamanan dan dari pihak Kejari Bulukumba.
BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO ID  — Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) kembali berujuk rasa di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba, Senin 30 April lalu. Mereka menuding penegakan hukum di lembaga Adhiyaksa tersebut lebih memprioritaskan kasus pencurian ayam ketimbang tindak pidana korupsi.
Koordinator Aksi, Irwanto menilai sejauh ini Kejari Bulukumba menunjukkan kinerja tidak profesional dalam penanganan tindak pidana korupsi. Bahkan terindikasi dan bermain mata dengan tersangka.
Buktinya, kata dia, sejumlah kasus korupsi di Bulukumba yang ditangani sejak bebrapa tahun tidak mampu menuntaskan. Bahkan beberapa tersangka masih melenggang bebas tanpa tersentuh sedikit pun.
“Kalau tidak mampu, silahkan mundur . Kami bosan dengan janji- janji,” tegasnya meminta Kepala Kejari Bulukumba, M Ihsan mundur dari jabatannya.
Irwanto menilai Kejari Bulukumba tajam ke bawah, namun tumpul ke atas. Hanya mampu menyelesaikan kasus kecil, semantara kasus korupsi yang merugikan negara miliaran rupiah dibiarkan mengendap.
Dia mencontohkan dugaan korupsi proyek pengadaan alat kesehatan di RSDU Bulukumba, proyek TIK di Dinas Pendidikan, pengadaan kapal nelayan di Dinas Perikanan, dan bedah rumah di Dinas Tata Ruang dan Pemukiman. Begitupun proyek pengadaan kendaraan Dinas di Dinas Pertanian, Pasar Bontobahari, serta jembatan Bialo yang sementara ditangani Tipikor Polres Bulukumba.
“Korupsi menghancurkan daerah, menyengsarakan rakyat,” ujarnya.
Demonstran menantang Kejari Bulukumba untuk menyelesaiakan seluruh kasu korupsi tersebut. Mereka memberikan deadline waktu dua pekan dan tetap memantau progres kasus tersebut. Jika belum menunjukan hasil, massa mengancam akan menggelar aksi lebih besar di Kejati Sulselbar.
Aktivis lainnya, Ancha mengatakan, sepanjang sejarah Kejari Bulukumba sejak 2005 sampai kini belum ada penegakan hukum terkhusus korupsi. Bentuk kekecewaan itu membuat pemuda untuk melakukan aksi.
“Kalau kasus pencurian ayam bapak tindak lanjuti cepat, kalau pencurian uang tidak ditindak lanjuti,” sesalnya.
Sementara itu, Kepala Kejari Bulukumba, Muh. Ihsan mengatakan, sejak kepemimpinannya dua tahun enam bulan, sudah ada sekira tujuh atau delapan kasus korupsi diselesaikan, dan tersangkanya telah menjalani hukuman. “Kasus Alkes, kasus bedah rumah di Kajang ada dua, PLTMH dan sejumlah kasus lainnya,” bebernya.
Kasus korupsi yang menjadi tuntutan massa, lanjut Ihsan, masih dalam penyelidikan pihak Tipikor Polres Bulukumba dan belum ada petunjuk yang diterima pihak kejaksaan. “Kasus PPI Bontobahari penanganannya di Polres, Kasus TIK di Polres, juga jembatan Bialo kami masih melakukan koordinasi dengan pihak Polres karena yang menyelidiki pihak Polres,” sambungnya.
Aksi tersebut sempat diwarnai kericuhan saat massa memasukkan ban ke halaman Kantor Kejaksaan namun dihalangi petugas pengamanan. Diduga terjadi aksi pemululan oknum pegawai Kejari terhadap salah satu demonstran. Beruntung amarah massa berhasil diredam setelah pihak kejari menyampaikan permintaan maaf. (jar/man/b)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!