Ditipu Calo, Urus Adminduk, Rp 1,2 Juta Raib – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Ditipu Calo, Urus Adminduk, Rp 1,2 Juta Raib

Ilustrasi int
BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID  — Nasib nahas menimpa Indra (35) warga Surabaya, Jawa Timur. Uang sebesar Rp 1.250.000., miliknya raib setelah tertipu oknum yang mengaku pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bulukumba, bernama Hj. Andi Suryawarsih.
Ditemui di Kantor Disdukcapil Bulukumba sore kemarin, Indra yang terlihat lesu mengaku ingin mengurus aminduk kepindahannya dari Kalimantan ke Bulukumba. Karena terkendala jarak dan waktu, dia pun berinisiatif meminta bantuan kepada Andi Suryawarsih yang dikenal melalui kerabatnya.
“Kan bapak saya asli Bulukumba, ibu saya yang orang Jawa. Rencana saya mau pindah ke sini (Bulukumba, red). Dan dikenalkanlah keluarga  sama itu orang (Hj. Andi Suryawarsih, red). Dia sanggupi untuk mengusus berkas saya. Berkas saya kasi di warung di Bijawang,” ungkapnya.
Menurut Indra, Andi Suryawarsih sendiri mengaku sebagai pegawai di Kantor Disdukcapil Bulukumba dan siap mengurus seluruh dokumen perpindahannya, yakni Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) dan Kartu Keluarga (KK). Uang telah ditransfer melalui bank ke rekening pribadi milik Andi Suryawarsih.
“Makanya saya ke sini mau minta berkasku, ternyata tidak ada setelah di periksa. Yah, saya kasi uang karena dia bilang orang capil (Disdukcapil, red), makanya saya minta bantuan ke dia. Sebenarnya saya tidak permasalahkan lagi itu uang, tapi berkas asli yang saya minta,” tambahnya.
Kepala Disdukcapil Bulukumba, Andi Mulyati Nur yang dikonfirmasi di ruang kerjanya mengaku tidak ingin turut campur pada persoalan tersebut. Pasalnya oknum yang disebutkan bukanlah pegawai Disdukcapil.
“Tadi itu warga kasi lihat fotonya, dia (Andi Suryawarsih, red) bukan petugas kami. Mungkin dia calo. Jadi bukan ranah kami sebenarnya. Yang buat kita tidak nyaman karena dia mengatasnamakan capil,” jelasnya.
Apalagi lanjut Mulyati, setelah dilakukan pengecekan berkas milik Indra tak pernah masuk ke bagian pelayanan. Dalam kasus ini pihaknya menyarangkan untuk segera melaporkan ke pihak yang berwajib.
“Kenapa harus lewat perantara, sudah tahu pengurusan kependudukan gratis kenapa harus lewat orang luar. Sudah tahu kantor capil kenapa tidak ke sini. Selama syarat terpenuhi admistrasi kependudukan pasti terbit,” paparnya.
Pejabat Disdukcapil lainnya, Suharti menambahkan, perlu diambil langkah tegas untuk memutus mata rantai praktik percaloan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, yaitu dengan menempuh jalur hukum.
“Kalau dia melapor, otomatis si Hajjah Suryawarsih ini akan bicara kemana saja itu uang dia berikan. Jika benar memang ada yang mengalir ke oknum orang capil. Tapi itu bukan sekedar kata-kata saja tapi bukti. Kasihan kita yang sudah kerja untuk melayani masyarakat tapi tetap dituduh-tuduh tidak baik, padahal ada oknum luar yang mengatasnamakan capil,” imbuhnya. (faj/man/b)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!