Empat Oknum Polantas yang Diduga Lakukan Penganiayaan Dibebastugaskan – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Empat Oknum Polantas yang Diduga Lakukan Penganiayaan Dibebastugaskan

insiden dugaan penganiayaan oknum polantas Polres Bulukumba kepada pengendara

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Empat oknum anggota polisi lalu lintas (polantas) Polres Bulukumba dibebastugaskan. Langkah tersebut sebagai sanksi atas tindakannya yang diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang pengendara yang juga siswa salah satu SMK di Bulukumba berinisial AA.

 

Kasat Lantas Polres Bulukumba, AKP Anis Dj yang dikonfirmasi menyebutkan, keempat oknum polantas tersebut masing-masing Aiptu AB, Bripka Ad, Bripka Ba, dan Bripka Am. Keempatnya dijatuhi sanksi adminstrasi dan seluruh fasilitas pendukung operasional saat bertugas termasuk motor BM telah ditarik.

 

 

“Tidak ada toleransi. Setelah kejadian itu langsung saya ambil sikap dengan memberikan sanksi. Saya langsung minta propam untuk periksa mereka. Pengendara salah, lebih-lebih yang ambil tindakan juga salah,” tegasnya ditemui di Warkop Kampoeng Bulukumba, kemarin.

 

Anis menyayangkan tindakan di luar batas yang dilakukan oknum anggotanya. Meski begitu, dia membantah informasi soal penyiraman bensin yang dilakukan salah satu dari keempat oknum polantas tersebut ke wajah pengendara.

 

Die menjelaskan, saat itu keempat anggota polantas yang sedang bertugas tersebut hanya mengamankan bensin yang dibawa sang pengendara. Tindakan tersebut diambil sebagai antisipasi terjadinya kebakaran. Pengendara menolak bensin miliknya diambil petugas sehingga terjadi saling tarik hingga akhirnya terpercik ke tubuh pengedara.

 

 

“Tidak ada penyiraman bensin, itu versi anggota. Kalau versi pengendara katanya disiram. Tapi kan yang menguatkan itu saksi-saksi. Yang jelas tindakan oknum anggota ini salah, makanya tetap akan kita proses,” jelasnya.

 

Anis mengakui, dua di antara empat oknum polantas tersebut sebelumnya diketahui memiliki track record yang kurang baik di kesatuan. Sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada institusi dan publik, dia merekomendasikan keduanya keluar dari satlantas.

 

 

“Ya, si Pak AK dan Pak Ad (diinisalkan, red) ini sudah banyak laporan dan masalah sebelumnya, saya maunya mereka tidak ada lagi di satuan (satlantas). Terserah pimpinan petunjuknya nanti bagaimana. Kalau yang dua ini Am dan Ba (inisal) lebih awal mengakui dan meminta maaf karena memang juga ada di lokasi,” jelasnya.

——————-

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!