Jelang Ramadhan, Kebutuhan Pokok Di Gowa Masih Normal – Radar Selatan

Radar Selatan

Gowa

Jelang Ramadhan, Kebutuhan Pokok Di Gowa Masih Normal

Kadis perdagangan dan perindustrian Gowa, Andi sura

GOWA, RADAR SELATAN.CO.ID –Harga kebetuhan bahan pokok di sejumlah pasar yang ada di Kabupaten Gowa menjelang bulan suci ramadhan masih normal.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Pasar Minasamaupa, Zainuddin Langke Daeng Tompo yang mengatakan, bahwa hingga saat ini belum terjadi kenaikan harga yang berarti dan semuanya masih normal.

Salah satu contoh, kata Zainuddin yaitu harga bawang merah masih ditataran Rp30.000 perkilogram. Begitupula dengan daging sapi lokal yang dijual Rp90.000 per kilogram.

“Jadi kita memperkirakan, kenaikan harga akan terjadi pada H-3 Ramadhan. Akan tetapi kenaikan itu kita yakini tidak akan berimbas pada kelangkaan sembilan bahan pokok,” katanya.

Menurutnya, kalaupun ada kenaikan harga itu tidak akan melebihi daya beli masyasarat. Selama tidak terjadi kelangkaan.

Sementara itu, pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperdastri) Kabupaten Gowa telah menjamin ketersediaan kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) selama Ramadhan di Gowa akan aman.

Kadisperdastri Gowa Andi Sura Suaib mengatakan, bahwa pihaknya telah mendatangi empat pasar tradisional terbesar yang ada di daerah berjuluk butta bersejarah tersebut belum lama ini. Masing-masing pasar Sentral Sungguminasa, pasar Induk Minasa Maupa, pasar Limbung dan pasar Bontonompo.

“Alhamdulillah tidak ada kenaikan yang bersifat drastis. Stok di empat pasar besar ini juga aman. Stok akan aman hingga Ramadan,” tuturnya, Selasa (8/5/2018).

Menurutnya, sudah menjadi tren jika jelang ramadhan pasti akan ada beberapa harga bahan pokok yang naik. Namun hingga saat ini, pihaknya belum menerima satupun keluhan dari  masyarakat terkait kenaikan harga bahan pokok.

Adapun bahan pokok yang diperkirakan akan naik misalnya beras, telur, protein hewani seperti ayam, daging, dan beberapa bahan pokok lainnya.

Meski demikian, jika kenaikan hanya sekitar 10-20 persen, masih dinilai wajar, yang nantinya akan normal ketika bulan Ramadan usai. (Hendra).

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!