Jelang Ramadhan, Distributor Nakal Akan Di Beri Sanksi – Radar Selatan

Radar Selatan

Gowa

Jelang Ramadhan, Distributor Nakal Akan Di Beri Sanksi

Suasana high level meeting di Baruga Karaeng Pattingalloang yang dipimpin oleh Bupati Gowa, Adnan Purictha Ichsan.

GOWA, RADAR SELATAN.CO.ID–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa akan memberikan tindakan tegas berupa pencabutan izin bagi para distributor yang melalukan penimbunan bahan pokok menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

Tindakan tegas yang dilakukan Pemkab Gowa ini diungkapkan langsung oleh Bupati Gowa, Adnan Purictha Ichsan saat menggelar high level meeting di Baruga Karaeng Pattingalloang, Senin (14/5).

“Kita akan memberikan peringatan kepada distributor yang ada di Gowa agar tidak melakukan penimbunan jelang Ramadhan dan Idul Fitri. Jika tetap tidak mau mendengar, maka Pemkab Gowa akan memberikan sanksi tegas yakni izinnya dicabut dan kami meminta ketegasan juga dari penegak hukum,” ungkapnya.

Menurut Bupati Termuda di Kawasan Indonesia Timur ini, ketegasan itu diperlukan, sebab ini menyangkut ketersediaan stok disaat orang melaksanakan ibadah. Selain itu ketersediaan barang akan terkait dengan pengendalian harga.

Untuk itu pemkab Gowa hanya akan mentoleransi ambang kenaikan harga bahan pokok diangka 10%. Jika diatas itu, maka akan dilakukan operasi pasar.

“10% saja wajib dikendalikan apalagi kalau kenaikan 20%. Operasi pasar dilakukan, sisa kita mengatur ritmenya,”katanya.

Pada kesempatan tersebut, Adnan juga menyampaikan, bahwa pendistribusian harus dipastikan mampu menjangkau seluruh wilayah yang ada di Gowa dengan mewaspadai jalur-jalur longsor.

Untuk itu, harus ada jalur alternatif misalnya dengan meminta bantuan helikopter dari TNI. Apalagi 70% wilayah Gowa berada di dataran tinggi.

Sementara itu, Kadis Perindustrian dan Perdagangan Gowa Andi sura Suaib, mengatakan, ketersediaan stok aman dan untuk sementara harga belum ada kenaikan signifikan.

Dia memberikan contoh seperti harga beras, untuk beras medium Rp10.000 perkilogram dan beras premium Rp12.000 perkilogram. Harga daging sapi masih Rp90.000 per kilogram.  Daging ayam kampung Rp40.000 per kilogram, ayam broiler Rp23.000 perkilogram.

“Yang mengalami kenaikan hanya Harga telur ayam ras yakni dari Rp1.300 perbutir menjadi Rp1.400 perbutir atau naik sekitar 7,68%,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Deputy Bank Indonesia Perwakilan makassar Musni Hardi mengatakan, Kabupaten Gowa adalah penyangga Kota Makassar. Sehingga tingkat inflasi yang terjadi di Gowa juga mempengaruhi Kota Makassar.

Untuk itu dia meminta, agar dinas terkait ikut membantu dengan memantau harga dan menjamin ketersediaan stok. Apalagi ada beberapa komoditas yang disuplai dari Gowa ke Makassar.

“Gowa itu pemasok daging, ayam dan sayur mayur. Kita harapkan selama Ramadan hingga Idulfitri pasokan tetap lancar,”pungkasnya. (*) Hendra.

 

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!