Musibah Jelang Ramadan,  20 Rumah dan Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Musibah Jelang Ramadan,  20 Rumah dan Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Menjelang bulan suci Ramadan 1439 Hijriah/2018 Masehi, masyarakat Kabupaten Bulukumba ditimpa musibah. Senin 14 Mei pagi kemarin, sedikitnya 20 unit rumah dan bangunan dilaporkan rusak akibat terjangan angin kencang disertai hujan lebat menimpa beberapa wilayah.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulukumba, Akrim A Amir, menyebutkan belum ada uraian kategori rusak ringan, sedang atau berat dari jumlah tersebut. Namun hasil assesment di lapangan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC), 17 unit rumah dan bangunan dilaporkan rusak di Desa Bontosunggu, dan masing-masig satu unit rumah di Kelurahan Matekko dan Desa Taccorong ditambah bangunan Lapas Kelas II B Bulukumba.
“Tim masih di lapangan melakukan pendataan dan evakuasi. Tim dibantu tim gabungan dari dua unsur lainnya (TNI dan Polri),” katanya.
Untuk semua titik lokasi yang dilaporkan TRC, lanjut Andi Akrim, semua kategori angin kencang berdasarakan hasil wawancara dengan saksi mata di lokasi kejadian. “Angin kencang dan puting beliung itu beda, kalau puting beliung itu berputar-putar dan juga ada bunyinya. Untuk sementara ini hanya angin kencang karena pengaruh anomali cuaca,” jelasnya.
Babinkantibmas Desa Bontosunggu, Aipda Musafir yang melakukan pendatan terhadap korban di Dusun Lembange menambahkan, sebanyak 15 rumah yang masuk kategori rusak berat. Selain itu juga ada gedung Koperasi Unit Desa (KUD) dan satu unit kantor KUD yang rusak.
“Korban jiwa kita laporkan nihil, cuma ada kerusakan bangunan,” terangnya.
Di Desa Taccorong, selain merusak satu rumah juga bagian bagunan dari Lapas Kelas II B Bulukumba yang terjadi pada sekira pukul 10.00 Wita. Informasi yang diperoleh, selasar diperkirakan sepanjang 10 meter roboh, usai kejadian disusul hujan deras.
Humas Lapas Kelas II B Bulukumba, Mappasomba menjelaskan, sebelum turun hujan, tiba-tiba muncul angin kencang dan langsung merobohkan bangunan selasar hingga rata dengan tanah. Selain itu, juga menerbangkan atap beberapa bangunan, termasuk ruang narapinada di Blok C dan D. Begitupun dengan ruang kantor dan Bimker, banyak atap yang terlepas.
”Beruntung pada saat kejadian narapidana yang sedang berteduh di selasar tidak terluka. Jadi setelah selasar roboh, satu per satu napi keluar dari reruntuhan dengan cara merangkak,” paparnya.
Saat kejadian, lanjut Mappasomba, para napi sedang beraktivitas di luar ruang tahanan terpaksa berlarian mencari tempat yang aman bersama sejumlah pegawai lapas. Beruntung dari 347 warga binaan tidak ada yang cedera. Untuk sementara, pihak Lapas berupaya memasang kembali atap seng pada bangunan atau ruang tahanan napi, agar para napi tidak kehujanan.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Bulukumba, Syarifuddin mengaku telah menurunkan bantuan berupa sembako dan peralatan tidur kepada para korban. Sedang untuk bantuan perbaikan rumah adalah kewenangan BPBD.
“Kita akan kontrol sampai 10 hari ke depan. Seluruh titik lokasi bencana kita sudah datangi dan serahkan bantuan,” ujarnya.(*)
———–

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!