Pemerintah Tinggimoncong Siapkan Regulasi Bagi Pendaki – Radar Selatan

Radar Selatan

Gowa

Pemerintah Tinggimoncong Siapkan Regulasi Bagi Pendaki

GOWA, RADAR SELATAN.CO.ID –Dalam rangka menciptakan keamanan bagi pendaki di Gunung Bawakaraeng dan Lembbah Ramma, pemerintah Kecamatan Tinggimoncong menyiapkan regulasi.

Regulasi ini diharapkan bisa mengurangi angka kecelakaan bagi para pendaki.

Berdasarkan data Pemerintah Kecamatan Tinggimoncong dalam kurun empat bulan di awal tahun 2018 ini terdapat 14 kasus kecelakaan di gunung Bawakaraeng yakni pendaki dalam kondisi tersesat terjadi pada 23 Januari (3 orang), pada 5 Pebruari (4 orang) dan 11 April (3 orang) semuanya selamat. Sedang pendaki dalam kondisi troble terjadi pada 14 April (1 orang), pada 22 April (2 orang) dan 29 April (1 orang).

Regulasi untuk pendaki ini dirumuskan dalam rapat yang di pimpin oleh Camat Tinggimoncong, Andry Mauritz, dengan Koramil, Polsek, dan Basarnas beberapa hari yang lalu.

“Regulasi ini kita buat agar para pendaki gunung memahami dan memperhatikan hal-hal demi keamanan dan keselamatan selama melakukan pendakian,” kata Camat Tinggimoncong, Andry Mauritz.

Hasil rapat yang dituang dalam berita acara diperoleh kesepakatan plus tata tertib yakni registrasi dan pemeriksaan peralatan pendaki gunung Bawakaraeng dan Lembah Ramma yang sesuai dengan SOP (standar operasional pendakian).

Para pendaki juga diwajibkan registrasi di cek poin serta registrasi dan pemeriksaan yang dilakukan tim terpadu. “Jadi ada dua cek poin, cek poin 1 registrasi pengunjung Lembanna dan cek poin 2 registrasi pendaki,” kata camat.

Andry Mauritz juga mengatakan pendaki dibawah umur 15 tahun harus diikuti pendamping. “Para pendaki sebelum mendaki harus melapor ke Pos Tim Terpadu Bawakaraeng dan juga harus melapor jika tiba dari mendaki. Dan diingatkan pendaki tidak boleh bawa minuman keras dan narkoba. Juga sebelum mendaki harus membawa kantong plastik untuk sampah dan dibawa serta turun (pulang). Tidak boleh membuang sampah di atas gunung,” tandas camat.

Karena itu, sebelum melakukan pendakian para pendaki harus mengisi formulir biodata untuk diregistrasi identitasnya di Pos Tim Terpadu.

Ketua Forum Komunitas Pencinta Alam (FKPA) Gowa, Hirsan Bachtiar mengatakan dengan adanya regulasi yang dibuat pemerintah kecamatan akan sangat membantu dalam hal pendataan bilamana terjadi kecelakaan pendaki di saat melakukan pendakian.

“Ini sangat bagus dan kita akan memiliki data siapa-siapa pendaki yang sedang beraktivitas di gunung. Selain itu dengan dibentuknya tim pos terpadu ini justru akan memudahkan kontrol kota terhadap pendaki-pendaki yang datang,” tuturnya.

Menurutnya, hal ini akan mudah untuk melakukan upaya penanganan kebersihan kawasan gunung dari sampah-sampah plastik, kaleng dan botol minuman bawaan pendaki. Mari kita salurkan hobi mendaki tapi kita juga harus mencintai alam dengan tidak meninggalkan sampah di gunung dan tidak merusak kawasan hutan di gunung.(*) Hendra.

 

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!