Anak Yang Tikam Orangtuanya di Bontonyeleng, Diduga Gangguan Jiwa – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Anak Yang Tikam Orangtuanya di Bontonyeleng, Diduga Gangguan Jiwa

Korban penyerangan oleh anaknya sendiri saat dirawat di UGD Puskesmas Bontonyeleng, Kecamatan Gangatarang, Bulukumba, kemarin
BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID  — Hari pertama Ramadan 1439 H, diwarnai peristiwa berdarah, Kamis 17 Mei 2018. Supardi (60) dan istrinya Dasira (58), harus mendapatkan perawatan medis setelah ditikam oleh anak kandungnya sendiri, Rajing (38), warga Desa Tanah Harapan, Kecamatan Rilau Ale.
Informasi yang dihimpun RADAR SELATAN menyebutkan, peristiwa nahas tersebut terjadi di tengah keramaian pasar tradisional Bontonyeleng, Kecamatan Gantarang. Saat itu, kedua korban dan pelaku yang biasa berjualan di pasar tiba-tiba menyita perhatian pengunjung pasar.
Sekira pukul 09.00 Wita, suasana berubah mencekam saat pelaku langsung menikam ayahnya dengan menggunakan gunting. Setelah sang ayah, seolah kerasukan setan, pelaku juga menikam sang ibu. Sang ayah, Supardi mengalami luka di bagian dada, sedang sang ibu, Dasira mengalami luka di bagian belakang.
Ditemui di kamar UGD Puskesmas Bontonyeleng, Dasira menceritakan, peristiwa bermula saat suaminya menanyakan letak gunting kepada pelaku. Entah setan apa yang menghinggapi pelaku tiba-tiba menyerang sang ayah tepat di bagian dada.
“Sudah ditikam bapaknya, saya langsung peluki suamiku, kulindiungi ki. Tapi itu anakku tidak tau kenapa na saya juga na tikam. Untung cepatji orang datang ambiliki itu anakku kasian,” ungkapnya yang masih lemas.
Kapolsek Gantarang, Kompol Abdul Djalil yang dikonfirmasi mengatakan, pelaku saat ini sudah diamankan di Mapolsek Gantarang. Hanya saja proses pemeriksaan belum bisa dilakukan karena pelaku diduga mengalami gangguan kejiwaan.
Informasi yang didapatkan polisi, peristiwa tersebut bukan pertama kali dilakukan pelaku. Sebelumnya ada empat peristiwa penyerangan yang dilakukan pelaku kepada orang lain.
“Makanya kami koordinasi dengan Dinsos (Dinas Sosial) dan pihak medis untuk dipastikan dulu kondisi kejiwaannya. Tapi pelaku masih kita amankan dulu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Karena pelaku ini kadang baik kadang tiba-tiba beringas,” beber Abdul Djalil. (faj/man/b)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!