Ini Jalur Penerimaan Siswa Baru Di Gowa, Kadisdik: SD dan SMP Tidak Ada Istilah Tes – Radar Selatan

Radar Selatan

Gowa

Ini Jalur Penerimaan Siswa Baru Di Gowa, Kadisdik: SD dan SMP Tidak Ada Istilah Tes

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Dr Salam.

GOWA, RADAR SELATAN.CO.ID –Dalam rangka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang sebentar lagi terbuka, Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa menyebutkan beberapa jalur yang bisa diikuti oleh calon peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Gowa, Dr Salam menjelaskan, bahwa jalur PPDB di Gowa itu ada dua. Yang pertama jalur Zonasi atau Domisili untuk Sekolah Dasar (SD) dan jalur Prestasi untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Menurutnya, kedua jalur ini sudah sesuai dengan Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017. Jalur zonasi atau yang sering disebut sebagai jalur domisili adalah jalur terdekatnya rumah calon peserta didik dengan sekolah.

“Jadi yang masuk jalur zonasi itu misalnya, rumah anak ini berjarak 5 Km dari sekolah. Dan yang menjadi bukti fisiknya itu adalah Kartu Keluarga (KK) sebagai bukti bahwa anak ini sudah cukup umur, dan tidak ada tesnya. Untuk zona ini, kuoatanya itu 90 persen,” ungkapnya saat ditemui diruang kerjanya, Jum’at (25/5).

Dr Salam juga menerangkan, yang dimaksud dengan cukup umur itu adalah sesuai dengan kalender, standarnya 7 tahun dan sekarang turun sampai 6,7 tahun.

Dirinya menyebutkan jumlah ruang belajar atau rombongan belajar untuk SD sebanyak 6 ruang kelas belajar. Untuk SD masih tetap polanya dengan yang dulu, per kelas maksimal 28 siswa.

“Jadi bisa dihitung jumlahnya, 28 kali 6 totalnya 168 siswa yang bisa diterimah di SD,” tuturnya.

Sementara itu, jalur kedua yang bisa diikuti oleh calon peserta didik untuk SMP adalah jalur prestasi dan jalur ini juga tidak ada tesnya.

“Jadi yang perlu dibawa itu piagam penghargaan yang pernah diraih oleh anak ini. Misalnya anak ini pernah juara karate, atau semamacanya maka piagam ini dibawa sebagai bukti fisik dan ini berlaku untuk jenjang SMP,” tambahnya.

Khusus untuk SMP, Dr Salam mengungkapkan terdapat beberapa persoalan diantaranya adalah sekolah SMP yang berada di dataran rendah.

“Masalahnya sekarang yang muncul ini di dataran rendah . Karena ramai-ramai mendaftar. Misalnya dia tinggal di Bajeng mau sekolah di SMP 1 Negeri Sungguminasa padahal ini tidak boleh,” ungkapnya.

Dia menyebutkan jumlah sekolah SMP di Gowa sebanyak 107 dan daya tampungya kurang lebih 30 ribuan. Sementara alumni SD tahun ini hanya sekitar 14 ribu lebih jika dirata-ratakan. (*) Hendra.

 

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!