Bongkar Dugaan Suap, Oknum ASN Menghilang – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Bongkar Dugaan Suap, Oknum ASN Menghilang

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Pascamembongkar dugaan suap anggaran megaproyek irigasi di Kementerian PUPR tahun 2017 senilai Rp 49 miliar, Andi Ichwan AS menghilang. Oknum ASN (Aparatur Sipil Negara) yang bertugas di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bulukumba tersebut dilaporkan sudah dua pekan terakhir tidak pernah berkantor.

Kasi Sarana dan Prasarana Disdikbud, Sukwandi Saing yang merupakan atasan langsung Andi Ichwan membenarkan hal tersebut. Menurutnya, Andi Ichwan yang lebih akrab disapa Andi Edy itu bertugas di bagian arsip, namun dua hari setelah postingannya terkati dugaan suap di facebook viral, dia tak pernah lagi berkantor.

Selaku atasan, Wandi sapaan begitu dia akrab disapa mengaku telah melayangkan surat teguran kepada bawahannya itu. “Sebelum dia (Andi Ichwan) mengunggah status, dia memang kelihatan stres. Dia sering kedatangan tamu, hampir tiap hari,” bebernya dikonfirmasi Jumat 25 Mei lalu.

Bahkan menurut Wandi, beberapa kali dia mencoba menghubungi Andi Ichwan untuk memintanya kembali berkantor. Terakhir dia berkomunikasi melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp pada Selasa 22 Mei 2018 lalu.

“Katanya, sekarang dia sedang berada di Jakarta. Ada urusan yang mau diselesaikan. Itu saja dia bilang,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Bulukumba, Ahmad Januaris mengaku belum mendapatkan konfirmasi terkait alasan ketidakhadiran bawahannya itu. “Tapi katanya tadi (Jumat 22 Mei, red) dia ke kantor mau menghadap, ke saya tapi tidak sempat ketemu karena saya keluar rapat. Sebelumnya kita sudah surati di rumahnya cuma tidak ada orang,” terangnya dihubungi Jumat lalu.

Ditanya soal hubungan ketidakhadiran Andi Ichwan dengan dugaan suap yang diposting melalui media sosial, Ahmad Januari enggan berspekulasi. “Bukan ranah saya mengomentari itu, yang saya tau memang pernah tidak masuk kerja. Kita akan bersurat ke BKPSDM soal ini,” tegasnya.

Sebelumnya, Andi Ichwan membuat pengakuan tentang dugaan suap menyuap dalam megaproyek pembangunan irigasi di Kementerian PUPR tahun 2017 senilai Rp 49 miliar yang diposting melalui akun facebooknya Andi Ichwan As.

Postingan ini pun dengan cepat beredar luas dan menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Namun belakangan, postingan tersebut sudah tidak ada di beranda akun Andi Ichwan.

“Lama aku sabar mengadu tdk ada yg gubris sekarang saya bersedia jadi apa saja dan saya akan laporkan ke KPK bahwa ini anggaran IRIGASI 49m lebih krn hasil suap. saya yg bawah uangnya buat apa takut utk kebenaran silahkan penegak hukum tangkap semua pelakunya saya bersedia bongkar semua ini uang suap. tempat komitmen. (sakit).,” tulis Andi Ichwan pada caption foto yang digunggahnya dan memperlihatkan dirinya tengah memegang sejumlah uang. (*)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!