Buat Gaduh, Bupati Gerakkan Inspektorat dan BKPSDM – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Buat Gaduh, Bupati Gerakkan Inspektorat dan BKPSDM

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Postingan Andi Ichwan As di media sosial terkait dugaan suap dalam megaproyek senilai Rp 49 miliar di Kementrian PUPR disikapi Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali. Dia mengaku telah memerintahkan Inspektorat Kabupaten untuk menelusuri dugaan tersebut dan memeriksa oknum ASN yang

Kepada RADAR SELATAN, Sukri mengatakan, tindakan Andi Ichwan sebagai ASN dinilai etis dan telah membuat gaduh serta merusak citra pemerintah daerah. Meskipun unggahan berisi pengakuan tersebut telah dihapus, namun terlanjut viral di media sosial lainnya.

Screenshoot dari unggahan Andi Ichwan terus dibagikan melalui sosial media dan menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Bahkan dari beberapa foto yang digunggah, Sukri mengakui dirinya juga ada dalam salah satu foto terebut.

Sementara pada gambar lain terdapat sejumlah uang dan surat-surat dengan nama dan tanda tangan dirinya lengkap dengan stempel resmi bupati Bulukumba. Sukri berharap pengakuan Andi Ichwan tersebut dapat dibuktikan dan dipertanggugjawabkan secara hukum.

“Tak enak saya dituduh terima atau suap dari proyek ini. Kalau anda bayar itu kan urusan anda, saya sudah ingatkan tidak ada proyek suap,” tegas Sukri saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat 25 Mei pekan lalu.

Menindaklanjuti hal itu, Sukri mengaku telah memerintahkan Inspektorat Kabupaten untuk melakukan pemeriksaan secara mendalam. Begitupun dengan BKPSDM terkait kedisiplinan pegawai, karena Andi Ichwan dilaporkan dua pekan terakhir tak lagi melaksanakan tugas-tugasnya di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).

Sukri mengatakan, laporan terakhir yang diterimanya, Andi Ichwa tengah berada di Jakarta untuk membuat pengaduan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dia pun mengancam, akan memberika sanksi tegas kepada Andi Ichwan jika dalam waktu 40 hari tidak melaksanakan tugas sebagai ASN, berupa pemberhentian gaji dan pemecatan “Tapi kita tentu akan klarifikasi dulu, dipanggil yang bersangkutan. Kalau tiga kali tidak pernah hadir maka harus ditindaki,” tegas bupati Bulukumba dua periode ini.

Disinggung soal anggaran Rp 49 miliar tersebut, Sukri anggaran yang bersumber dari APBN tahun 2017 itu untuk program irigasi di Kabupaten Bulukumba. Program tersebut dikelola oleh Dinas Pengelolaan Sumber Daya Ari (PSDA) Kabupaten Bulukumba. Namun saat pengurusan anggaran, dia telah mengingatkan agar dana tersebut didatangkan dengan prosedur yang benar, tanpa adanya suap.

“Saya tidak terlibat atau pun menyuruh untuk menfasilitasi proyek dari pusat dengan uang,” pangkasnya.

Terpisah, Kepala BKPSDM Bulukumba, Andi Ade Ariyadi, mengaku belum menerima laporan resmi dari pimpinan langsung Andi Ichwan dalam hal ini kepala Disdikbud. Menurutnya, isu dugaan suap proyek yang melibatkan oknum ASN tersebut tidak bisa menjadi dasar untuk dilakukan pemeriksaan.

“Belum ada laporan resmi dari instansinya mengenai laporan oknum ASN yang bermain proyek. Kita serahkan dulu ke instansinya mengenai kebenaran berita tersebut. Kami baru mengumpulkan buktinya,” jelasnya.

Meski demikian, Ade tetap mengigatkan agar ASN tidak mencoba melibatkan diri dalam praktik proyek sebagaimana diatur dalam PP No. 53/2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Pada pasal 4 ayat 2 berbunyi, menjadi perantara untuk mendapatkan keuntungan pribadi atau orang lain dengan menggunakan kewenangan orang lain lain.

Kemudian pada ayat 6 menyebutkan, melakukan kegiatan bersama dengan atasan teman, bawahan, atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan keuntungan pribadi, golongan, atau pihak lain yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara.

“Intinya ASN tak boleh main proyek ada aturannya,” tegas Ade. (jar-faj/man/b)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!