Dana Megaproyek Irigasi Berkurang Rp 19 Miliar ?, DPRD Akan Bentuk Pansus – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Dana Megaproyek Irigasi Berkurang Rp 19 Miliar ?, DPRD Akan Bentuk Pansus

REPORTER: RAKHMAT FAJAR
EDITOR: SUPARMAN
BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulukumba berencana membentuk panitia khusus (pansus) terkait anggaran megaproyek pembangunan irgasi senilai Rp 49 miliar. Pansus dibentuk karena anggaran tersebut diduga berkurang sebesar Rp 19 miliar.
Hal ini terungkap dalam rapat mitra komisi yang digelar Komisi C DPRD Bulukumba bersama Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), Selasa 29 Mei 2018. Anggaran megaproyek tersebut diketahui bersumer dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan saat ii telah masuk dalam Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkab Bulukumba untuk dilelang.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Bulukumba, H Patudangi Azis mengatakan, anggaran tersebut merupakan DAK penugasan yang sebelumnya diusulkan Rp 69 miliar dengan jumlah 92 paket pengerjaan. Program tersebut diusulkan melalui tiga kementerian, yaitu Kementerian PUPR, Kementerian Keuangan, dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Namun setelah diverifikasi, Bulukumba hanya mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 49 miliar dengan jumlah pengerjaan 68 paket. Anggaran tersebut telah dibahas melalui rapat DPRD mulai tingkat di komisi, Banggar (Badan Anggaran), hingga Paripurna. Karena anggaran tersebut merupakan DAK penugasan maka legislatif tidak lagi melakukan resionalisasi.
”Yang ada itu hanya Rp 30.390.000.000. Kita belum tahu apa alasanya ada dana Rp 19 miliar yang kurang, padahal Rp 49 miliar itu kita sudah bahas di DPRD. Penjelasan dari dinas terkait, katanya tidak masuk e-planning,” bebernya kemarin.
Dari hasil rapat tersebut, lanjut Patudangi, Komisi C sepakat dibentuk pansus untuk menelusuri hilangnya sisa anggaran tersebut di e-planning. “Kita mau tahu Rp 19 miliar ini kemana? Maruah pemerintah dalam hal ini bupati harus dijaga. Makanya persoalan ini harus di-clear-kan. Setelah kita panggil beberapa dinas, saya akan lapor ke ketua DPRD dan merekomendasikan dibentuk pansus,” jelas legislator Gerindra ini.
Selain itu, rapat yang berlangsung hingga waku berbuka puasa itu berjalan alot. DPRD mempertanyakan alasan 14 dari 45 paket pengerjaan yang telah ditetapkan dilelang ulang.
”Itu ULP kenapa bisa dilelang ulang. Tapi biasanya kalau dilelang ulang ada yang ikut tender yang mempersoalkan atau ada kendala tehnis lainnya, ” kunci Patudangi.
Sementara itu, Kepala Dinas PSDA Bulukumba, A Zulkifli Indra Jaya mengaku, anggaran irigasi tahun 2018 tidak ada hubunganya dengan dugaan suap yang diungkapkan Andi Ichwan As. Alasannya, program tersebut dari awal telah melalui tahapan permohonan DAK. Saat itu pihaknya mengajukan proposal sebesar Rp 69 Miliar, namun yang disetujui hanya Rp 49 miliar.
“Tidak ada urusan dengan Andi Edy (Andi Ichwan As, red), kami sudah menjalani tahapan DAK. Kalau masalah lelang ulang silahkan tanyakan ke ULP,” jelasnya.
Polemik megaproyek senilai Rp 49 miliar ini berawal dari postingan Andi Ichwan As, yang merupakan ASN yang bertugas di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bulukumba di media sosial facebook. Dalam unggahanya yang viral itu, dia membeberkan dugaan suap yang diduga melibatkan pejabat daerah termasuk Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali.
Menanggapi hal itu, AM Sukri Sappewali mengaku telah memerintahkan Inspektorat dan BKPSDM untuk melakukan pemeriksaan Andi Ichwan As. Bahkan dia meminta Andi Ichwan diberikan tegas karena dinilai telah melanggar etik kepegawaian dan mencemarkan nama baik pemerintah daerah.
“Saya minta kata-katanya itu dibuktikan. Masa kita disebut menyogok untuk menerima anggaran. Ini merusak nama baik dan muruah daerah,” tegas Sukri beberapa waktu lalu.
Bahkan Sukri balik menantang Andi Ichwan untuk menyebutkan seluruh pihak yang terlibat, baik yang menyuap maupun pihak penerima suap. “Dia (Andi Ichwan, red) juga minta Rp 10 miliar dari dana itu. Jadi saya bilang, tidak bisa, silakan ikut tender,” kuncinya. (*)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!