Rawan, Jaksa Bakal Dipersenjatai – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Rawan, Jaksa Bakal Dipersenjatai

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID – Kejaksaan Agung (Kejangung) tengah menwacanakan usulan untuk mempersenjatai jaksa. Langkah tersebut atas pertimbangan tingkat kerawanan dan keselamatan kerja bagi para penegak hukum di lingkup Kejaksaan.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba, Muh. Ihsan yang dikonfirmasi membenarkan kabar tersebut. Meski masih tataran wacana, namun menurutnya hal tersebut sangat wajar melihat potensi ancaman yang dihadap jaksa dalam menjalankan tugas penegakan hukum.
“Kalau kita yang di bawah ini ikut perintah dan petunjuk pimpinan yang di pusat. Dan saya pikir sangat wajar dan sah saja jika usullan itu. Pasti pimpinan sudah mencermati potensi bahaya yang mengintai teman-teman jaksa,” terangnya dihubungi, Kamis 7 Juni 2018.
Ihsan sedikit berbagi pengalaman pribadi yang dialaminya sejak bertugas sebagai jaksa. Berbagai ancaman dan intimidasi diterimanya dari oknum yang diduga pihak berperkara.
“Sudah makanan sehari-hari kita itu kalau intimidasi, diancam lah. Apalagi kalau kasus besar, tapi kita jalan saja selama sesuai koridor dan aturan hukum, insyaallah Tuhan akan melindungi. Tapi tentu kita sebagai manusia harus ada usaha juga,” ujarnya.
Jika nantinya usulan tersebut disetujui DPR melalui Komisi III, lanjut Ihsan, tidak semua jaksa juga diberikan kewenangan memegang senjata. Ada kriteria yang harus dipenuhi, terutama mereka yang memiliki risiko tugas yang lebih tinggi, misalnya jaksa penyidik atau penuntut tindak pidana khusus (pidsus).
“Jadi ini murni untuk perlindungan. SOP (Standar Operasional Prosedur) penggunannya (senjata, red) nanti pasti ada dan tentu ada petunjuk lain dari pimpinan. Kami ini kan tugasnya berhadapan dengan para pelanggar hukum, tentu bahaya selalu mengintai,” tegasnya.
Kasi Intel Kejari Bulukumba, Sarwanto menjelaskan, wacana tersebut berawal dari kasus penculikan anak salah seorang jaksa yang bertugas di Kejari Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, berinisial Rem. Bocah tersebut diculik oleh seorang terdakwa tindak pidana korupsi bernama Prantiana Kore.
“Maka dalam pengadaan senjata tersebut bukan untuk menembak sembarangan apalagi buat gagah-gagahan, tetapi untuk melindungi diri. Tapi itu masih rencana, nanti juga mungkin perlu persetujuan dari Komisi III, apa perlu jaksa dilengkapi senjata juga,” ceritanya.
Menurutnya pembekalan senjata api organik kepada jaksa diharapkan sebagai alat keamanan dan bela diri dalam menjalankan tugas negara. Meksi begitu mengenai ide pengadaan senjata tersebut belum secara eksplisit diusulkan.
“Tugas kejaksaan juga cukup berbahaya, kan. Yang kita hadapi sekarang tindak pidana narkoba, terorisme, korupsi, semuanya mengundang bahaya. Nah, ini perlu pengamanan,” tutupnya. (faj)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!