Gas Elpiji 3 Kg Tembus Rp 25 Ribu – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Gas Elpiji 3 Kg Tembus Rp 25 Ribu

*Pertamina: Justru Stok Bertambah
BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID– Pasca hari raya Idul Fitri 1439/2018 H, kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (kg) masih terjadi di Kabupaten Bulukumba. Bahkan di beberapa wilayah, harganya menembus hingga Rp 25 ribu.
Lia, warga Kampung Baru, Desa Polewali, Kecamatan Gantarang, mengaku sejak dua hari terakhir lalu tak menggunakan kompor gas untuk memasak. Dia sulit mendapatkan tabung gas, sejumlah toko pengecer kehabisan stok.
“Iya susah sekali tabung, makanya kemarin-kemarin memasak pakai kayu dan untuk nasi pake rice cooker. Tadi saya baru dapat, sekali dapat di Ela-ela harganya Rp 25 ribu,” jelasnya.
Sales Executive PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VII Sulawesi, Kibar Adhiharsa Kusumah yang di hubungi RADAR SELATAN, mengatakan tak ada kelangkaan gas epiji 3 kilogram. Bahkan untuk menjamin kebutuhan konsumen, pihaknya jutru menamabah pasokan untuk seluruh daerah.
Kibar memaparkan, di Sulsel dan Sulbar ada 13 kabupaten yang disuplai, yakni Kabupaten Polewali Mandar (10.800 tabung), Majene (3.360 tabung), Mamasa (1.680 tabung), Mamuju (8.400 tabung), Mamuju Tengah (6.720 tabung) dan Mamuju Utara (5.600 tabung). Kemudian Pinrang (13.440 tabung), Luwu (15.680 tabung), Luwu Utara (13.440 tabung), Luwu Timur (15.680 tabung), Jeneponto (15.680 tabung), Bulukumba (11.200 tabung), dan Sinjai (5.040 tabung).
Penambahan pasokan elpiji 3 kg ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi elpiji yang meningkat khususnya dalam kebutuhan memasak pada masa libur Lebaran yang cukup panjang.
“Selama masa Ramadan hingga Idul Fitri, total konsumsi elpiji 3 kg di 13 kabupaten tersebut meningkat tujuh persen di atas konsumsi normal atau sebesar 9.394 metrik ton,” jelasnya, Selasa 19 Juni 2018.
Menurut Kibar, penambahan pasokan tabung elpiji berdasarkan pelaksanaan operasi pasar yang digelar Pertamina bekerja sama dengan Hiswana dan Pemda setempat. Operasi pasar digelar pada tanggal 19 Juni hingga 23 Juni 2018 di 225 titik yang tersebar di 13 kabupaten tersebut.
“Dari total tambahan penyaluran 126.000 tabung, alokasi penyaluran tambahan terbanyak terdapat di Kabupaten Luwu, Luwu Timur, dan Jeneponto dengan jumlah alokasi masing-masing 15.680 tabung,” tambahnya.
Kibar menjelaskan, selain untuk menyalurkan tambahan pasokan elpiji, operasi pasar yang digelar juga bertujuan untuk menstabilkan kembali harga jual elpiji 3 kg di tingkat pengecer yang telah melampaui HET (Harga Eceran Tertingi) di 13 kabupaten tersebut.
“Benar harga jual tertinggi di tingkat pengecer sudah mencapai Rp 25 ribu. Melonjaknya harga di tingkat pengecer ini terjadi akibat rush buying atau pembelian dengan jumlah di atas normal oleh konsumen, sehingga konsumsi meningkat tajam dan dimanfaatkan para pengecer untuk menaikan harga. Tapi kalau kelangkaan sebenarnya itu tidak ada,” jelasnya.
Untuk menghindari pembelian di luar kewajaran atau pun penimbunan, lanjut Kibar, pembelian elpiji 3 kg dalam operasi pasar ini akan dibatasi maksimal satu tabung per konsumen. Dia berharap ini juga dipatuhi seluruh agen dan pangkalan.
“Pembelian pun harus disertai dengan Kartu Keluarga (KK) dan pemilik KK tidak dapat diwakili agar penyaluran elpiji subsidi kepada masyarakat miskin tepat sasaran dan merata,” tegasnya.
Selain itu, untuk mempermudah akses bagi masyarakat dalam mendapatkan LPG, selama masa Idul Fitri Pertamina telah mensiagakan sebanyak 43 agen siaga dan 221 pangkalan siaga dari total 44 agen dan 2.988 pangkalan yang tesebar di 13 kabupaten tersebut.
“Untuk memperoleh LPG 3 Kg, kami menghimbau agar masyarakat membelinya di pangkalan atau pun SPBU dengan stok tersedia dan harga yang sesuai HET setempat. Ada pun untuk pasokan dan harga LPG di tingkat pengecer tidak dapat dikontrol Pertamina karena pengecer bukan lembaga penyalur resmi Pertamina,” tambah Kibar.
Sesuai dengan peraturan pemerintah, lanjut Kibar, elpiji 3 kg diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan rentan miskin, serta usaha kecil menengah (UKM). “Karenanya kami menghimbau bagi masyarakat yang mampu dan seharusnya tidak menggunakan LPG bersubsidi agar menggunakan LPG non subsidi yang telah disediakan Pertamina yakni Bright Gas 5,5 kg dan 12 kg yang sudah tersedia,” tutupnya.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Bulukumba melalui Kanit Tipidter Polres Bulukumba, Bripka Muh. Fatir, mengaku berdasarkan pemantuan pihaknya baik ditingkat agen dan pengkalan, harga gas elpiji 3 kg masih normal yakni diangka Rp14.500. Menurutnya tak ada kelangkaan, yang ada jumlah penggunaan yang meningkat bahkan konsumen kerap membeli dalam jumlah yang relatif banyak.
Padahal, lanjut Fatir, pada dasarnya tabung 3 kilogram diperuntukan bagi masyarakat yang berpenghasilan dibawah Rp 1,5 juta.
“Jadi yang naikkan harganya adalah pengecer. Kalau di agen dan pangaklan kita sudah jalan beberapa hari ini, harganya tetap stabil. Kita hanya imbau pengecer untuk tidak mahal menjualnya. Belum ada aturannya juga kita bisa menjerat oengecer yang menjual diatas HET,” jelasnya. (faj/man/b)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!