Dihadapan Warga Bulukumba, MTM Bawakan Belasan Lagu Bernada ‘Kritikan’ – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Dihadapan Warga Bulukumba, MTM Bawakan Belasan Lagu Bernada ‘Kritikan’

ANJAR S MASIGA/RADAR SELATAN Personel MTM berfoto bersama Direktur PT Radar Bulukumba, Sunarti Sain, Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto, dan Asmin Amin (tiga dari kiri) dan usai pertunjukan musik balada di GOR Bulukumba, Minggu malam 1 Juli.
* Asmin Beri Wejengan Siri na Pacce
Melalui “Ode Untuk Negeriku”, kekuatan lirik dan persembahan penuh semangat dari Musik Trotoar Makassar (MTM) membangunkan kembali jiwa nasionalisme yang mungkin lama terlelap. Konser mini yang berlangsung di GOR Bulukumba merupakan penampilan pertama MTM setelah 16 tahun.
Laporan: ANJAR S MASIGA
Konser mini MTM yang digelar di Lapangan Takrow GOR Bulukumba, Minggu malam 1 Juli 2018, menjadi penutup weekend yang digelar Harian Radar Selatan dengan tema “20 Tahun Reformasi: Ode Untuk Negeriku”. Konser dibuka dengan judul lagu “Rayap Kota” mendapat riuh sambutan tepuk tangan dari ratusan penonton.
Hadi pula Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto dan Budayawan, Asmin Amin dan Wakil Ketua TP PKK Bulukumba, Siti Isniyah serta Direktur PT Radar Bulukumba, Sunarti Sain.
MTM merupakan kelompok musik yang terkenal dengan lagu-lagu sarat kritik sosial. Di zaman Orde Baru, MTM bersama kelompok mahasiswa bersatu dalam gelombang demonstrasi yang kemudian menumbangkan rezim yang berkuasa saat itu.
MTM sendiri dengan personel lamanya manggung kembali setelah 16 tahun lamanya. Kesempatan kembali menghibur masyarakat melalui kegiatan Radar Selatan di Bulukumba memberikan kebanggaan tersendiri.
“Kami bangga diajak kembali merenungkan makna reformasi dan berkumpul bersama personel MTM yang lain,” ujar vokalis MTM, Ruth Apelaby.
Pada kegiatan yang didukung Alfarabi itu, MTM menghadirkan lagu-lagu yang masih sangat relevan dengan kondisi kekinian. Belasan lagu dibawakan pada malam itu, ada “Ode Buat Negeriku”, “Manusia Kamar”, “Jati Cinta”, “Tidurlah Tidur”, dan lainnya.
Konser ditutup dengan lagu “Pinisi”. Sebuah persembahan untuk masyarakat daerah yang bertajuk Butta Panrita Lopi agar lebih mensyukuri keberadaan Pinisi yang kini tak hanya menjadi kebanggaan Bontobahari tapi Indonesia bahkan dunia. Apalagi Pinisi telah ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda dunia oleh Unesco.
Asmin Amin mengapresiasi konser tersebut yang kembali membangkitkan semangat nasionalisme melalui kekuatan lirik yang menjadi ciri dari MTM. Menoleh kembali pada sejarah dan peradaban kebudayaan, mantan anggota DPR RI itu membahas mengenai siri sebagai simbol masyarakat tanah Celebes.
Mengedepankan rasa malu di atas semua sistem yang ada. Tanpa malu, manusia dianggap tak ubahnya dengan binatang. Namun yang tampak saat ini adalah kita tercabut dari akar kebudayaan kita dan terlalu banyak sisem hukum yang represif.
“Punna tena siri’na tania tau, olo-kolo. Hampir disamakan dengan binatang,” ujar budayawan asal Jeneponto itu.
Dijelaskan Asmin, dalam literatur Pappaseng, siri’ adalah warani na magetteng, macca na malempu. Seluruh keberanian kita harus disertai dengan konsistensi karena tanpa konsistensi keberanian mudah dicederai oleh sogokan, gratifikasi atau sejenisnya. Sedangkan macca na malempu diartikan kecerdasan yang disertai dengan kejujuran.
“Ini nilai yang kita tinggalkan. Mestinya, kalau kita mau melakukan sesuatu yang pertama kita pertimbangkan adalah siri,” katanya.
Mengedepankan rasa malu dijelaskan Asmin ada beberapa dalam kesepakatan publik. Misalnya di Toraja, orang tanpa kepedulian sosial, meski kaya akan tersingkirkan dari pergaulan.
Sedangkan orang kaya tanpa kepedulian sosial di Bugis disebut pattirokanja, dianggap bersekutu dengan setan untuk mendapatkan kekayaannya. Tidak ada sistem hukum yang dapat memenjarakan jika pelit dan acuh terhadap tetangga, atau masyarakat. Namun jika tertanam dan terpelihara akan menjadi siri’ jika mengabaikan kepedulian bermasyarakat.
“Seperti inilah yang kita tinggalkan. Siri ini tak pernah berdiri sendiri, ada yang disebut pacce. Pacce itu soal solidaritas,” tambahnya.

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!