Mantan Koruptor dan Narkoba Dilarang Nyaleg – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Mantan Koruptor dan Narkoba Dilarang Nyaleg

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID  — Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengelurkan PKPU terbaru tentang larangan bagi terpidana kasus korupsi untuk menjadi calon legislatif pada pileg 2019 mendatang. Tak hanya eks koruptor, pelaku narkoba dan kejahatan seksual anak juga dilarang bertarung.
Ketua KPU Bulukumba, Kaharuddin mengatakan, ketentuan tersebut diatur dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 20 Tahun 2018. Dalam poin pasal itu juga mengatur soal pelarangan bagi mantan pelaku narkoba dan kejahatan seksual.
“PKPU-nya sudah ada jika mantan narapida korupsi tidak diperbolehkan mencalonkan diri sebagai anggota legistaif,” katanya, Kamis 5 Juli 2018.
Ia pun menyampaikan kepada seluruh partai politik yang akan menyodorkan nama-nama calon anggota dewan untuk memperhatikan PKPU. “PKPU-nya baru keluar dan kita akan melakukan soasialisasi kepada partai poltik,” ujarnya.
Sementara itu, Komisioner KPU Divisi Tehknis, Wawan Kurniawan mengatakan, aturan tersebut hanya berlaku pada Pileg 2019 mendatang. Jika sebelumnya ada limit waktu yang mengatur soal masa hukuman bagi pelanggar pidana. Namun, untuk tiga kasus kejahatan tersebut langsung diberlakukan selama telah memiliki kekeuatan hukum yang tetap.
“Kalau untuk pidana lain ada pasal lain yang mengatur. Tapi khusus yang tiga kejahatan itu tidak bisa maju di Pileg 2019. Secara pribadi saya mendukung. Tapi kelembagaan tentu kita ikut perintah dari keputusan pusat, dan ini sudah ada PKPU nya artinya akan diterapkan,” jelasnya.
Menyikapi hal itu, Ketua DPC PKB Bulukumba, Fahidin HDK, menyambut baik atas PKPU terbaru KPU. Menurutnya, aturan tersebut adalah bagian dari perbaikan kualitas demokrasi. Sedang untuk komposisi Calegnya sendiri ia menjamin tak ada yang terlibat masalah hukum termausk tiga kasus narkoba, korupsi dan Kejahatan seksusal anak tersebut.
“Niat dan tujuan yang baik harus dijalankan tanpa bertentangan UU. Saya pastikan tidak ada Caleg kami yang pernah bermaslah dengan hukum. Kalau kami menemukan maka kami pastikan mencoretnya,” katanya. (*)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!