20 Penyelam Sisir Bangkai KMP Lestari Maju, Bayi 11 Bulan Belum Ditemukan – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

20 Penyelam Sisir Bangkai KMP Lestari Maju, Bayi 11 Bulan Belum Ditemukan

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID  — Tim gabungan Basarnas dan kepolisian terus melakukan proses pencarian korban karamnya KMP Lestari Maju di perairan Kepulauan Selayar. Hingga hari keenam, tim difokuskan mencari korban yang diduga masih terjebak di sekitar bangkai kapal.

Humas Basarnas Makassar, Hamsidar mengatakan, pencarian korban melibatkan 20-an penyelam yang terdiri dari berbagai instansi dan diving club. Mereka menyelam di sekitar lokasi kandasnya KM Lestari Maju, tak jauh dari Pantai Pa’badilang Selayar. Selain badan kapal, di sekitar kawasan itu juga terdapat sejumlah kendaraan yang ikut tenggelam.

“Pencarian masih terus dilakukan, metode hari ini sama dengan kemarin yaitu penyelaman di bangkai kapal dan penyisiran menggunakan kapal dan perahu karet. Fokus pencarian terhadap Aditya umur sekitar setahun. Operasi akan dilakukan selama tujuh hari sesuai standar operasional kami,” jelasnya dihubungi RADAR SELATAN, Minggu 8 Juli 2018.

Sejak awal operasi pencarian, lanjut Hamsidar, tim SAR (Search and Resque) menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya kondisi cuaca yang masih kurang baik, sehingga penyelam tak leluasa memasuki seluruh bagian bangkai kapal.

“Untuk penyelaman terkendala dengan arus bawah laut yang kuat dan kendaraan-kendaraan yang berada dalam kapal yang tenggelam masih bergerak labil jika dihantam arus. Ini yang menyulitkan tim,” tambahnya.

Petugas masih menyisir kawasan di sekitar lokasi kecelakaan, untuk mencari kemungkinan adanya korban lain yang belum ditemukan. Pihaknya juga masih menunggu laporan dari masyarakat jika merasa masih ada penumpang yang belum ditemukan.

“Dari laporan warga sampai sekarang satu orang masih hilang, bayi berusia sekitar satu tahun dengan nama Aditya,” jelas Hamsidar.

Hingga saat ini, tim gabungan telah mengevakuasi 202 korban kecelakaan KM Lestari Maju. Rinciannya, sebanyak 36 meninggal dunia, sedangkan 166 lainnya selamat dan menjalani perawatan medis. Jumlah tersebut melebihi daftar penumpang dalam manifes yang hanya 139 penumpang.

Masih Hidup

Sementara itu, Fitriani tante korban, berkeyakinan Aditya (11) masih selamat. Ia pun berharap seluruh pihak khususnya pemerintah segera menemukan keponakannya. Ditanya soal santunan yang telah diterima, ia mengaku saat ini proses pemberian santunan sedang dilakukan pihak terkait.

“Kami dari keluarga 100 persen yakin Aditya masih hidup, jadi tolong temukan dia. Belum ada kabar dari tim pencari. Ayah dan neneknya juga masih di Selayar mencari,” terangnya dihubungi melalui telepon.

Sekedar diketahui, Aditya dinyatakan hilang sejak hari pertama karamnya KMP Lestarri. Dalam tragedi itu, ibu Aditya, Ningsi (25), dan dua kakanya masing-masing Angelina (8) dan Haeidir (2) ditemukan sudah tidak bernnyawa. Satu keluarga ini merupakan warga Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar. (*)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!