ASN Bulukumba “Menjerit”, Dampak Penundaan Gaji Ke-13 – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

ASN Bulukumba “Menjerit”, Dampak Penundaan Gaji Ke-13

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Penundaan pembayaran gaji ke-13 mulai dirasakan dampaknya oleh ASN (Aparatur Sipil Negara) di Kabupaten Bulukumba. Betapa tidak, insentif tambahan untuk biaya pendidikan bagi keluarga ASN itu seharusnya dibayarkan sebelum memasuki tahun ajaran baru.
Salah satu ASN, Muh. Bahar kepada RADAR SELATAN mengaku keterlambatan gaji ke-13 memengaruhi manajemen keuangan keluarganya. Telebih saat ini anaknya tengah melanjutkan pendidikan di salah satu sekolah menengah atas (SMA), dan butuh biaya.
“Biaya masuk sekolah anak dan sebagaianya. Saya kontak sama teman guru kabupaten lain, katanya mereka sudah terima gaji 13-nya. Makanya saya heran kenapa di Bulukumba belum, mungkin tidak ada uang bayarkan,” keluhnya, kemarin.
Pria yang berprofesi sebagai guru sekolah dasar (SD) ini juga mengaku tak mengetahui persis penyebab keterlambatan tersebut. Bahkan dia pun belum mendapatkan bayangan kapan insentif tambahan tersebut dibayarkan.
“Mungkin tahun depan pi (dibayarkan), karena tidak ada info say dengar kapan persisnya,” ketusnya.
Keresahan yang sama juga dirasakan ASN lainnya, Basri. Menurutnya, keteralambatan pemayaran gaji ke-13 kali pertama terjadi di Bulukumba. Sementara kata dia, daerah lain telah membayarkan hak ASN-nya sejak beberapa waktu lalu.
“Barusan terlambat begini. Seingat saya tahun lalu itu tepat waktu. Saya ke Diknas dan (Badan) Keuangan tanyakan, katanya belum jelas kapan dibayarkan. Yah, kita berharap ada secepatnya kabar baiklah,” pintnaya saat ditemui di RSUD Bulukumba, kemarin.
Menyikapi kondisi ini, Ketua DPRD Bulukumba, Andi Hamzah Pangki mendesak pemkab mengambil langkah konkret mengatasi persoalan tersebut. Menurutnya, mekanisme pembayaran gaji ke-13 telah diatur melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No: 52/PMK.05/2018, bahwa gaji ke-13 dibayarkan paling lambat Juli 2018.
“Pemkab harus usahakan secepatnya membayarkan karena aturannya sudah jelas dan ada sesuai janji pada bulan puasa yang lalu bahwa
aling lambat 15 Juli dibayar,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, keterlambatan pembayaran gaji ke-13 di Kabupaten Bulukumba akibat defisit keuangan. Sementara anggaran yang harus disiapkan pemkab untuk membayar gaji ke-13 sebesar Rp 27 miliar.
“Kalau belum dibayar itu memang betul. Defisit ki, kalau ada uangnya pasti kita bayarmi. Kurang ki uangnya,” ungkap Kasubid Gaji Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Bulukumba, Andi Nur Afni, Senin 16 Juli lalu.
Sementara Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto menjelaskan, pemkab telah mencari solusinya.  Pemerintah menunggu pencairan dari Dana Alokasi Umum (DAU) dari Kementrian Keuangan yang berikutnya.
“Jadi ini lebih pada persoalan menunggu saja, kondisi kas kita tak mencukupkan untuk membayar gaji 13 kita karena hampir Rp 28 miliar. Kita menunggu proses pencarian dari kementrian (keuangan) untuk dana alokasi umum yang selanjutnya,” terangnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pencairan gaji ke-13 pada Juli atau saat tahun ajaran baru sekolah. Proses pencairannya pun pertama-tama satker kementerian/lembaga mengajukan permintaan pembayaran ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) di akhir Juni sehingga bisa dibayarkan pada awal Juli.
“Dengan demikian gaji ke-13 diterima Juli. Ini sesuai kebijakan semenjak 10 tahun lalu, itu ditujukan agar ASN, PNS TNI/POLRI bisa membantu terutama untuk anak-anak sekolah mereka,” tegasnya.
Diketahui, gaji ke-13 bertujuan untuk membantu aparatur dalam menghadapi tahun ajaran baru dan pembayarannya dilaksanakan pada bulan Juli 2018. Diharpakan, gaji tambahan tersebut bisa meringankan beban aparatur dalam biaya pendidikan anak-anaknya. (*).

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!