Mantan Kades Dicokok, Bupati: ADD Jangan Disalahgunakan – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Mantan Kades Dicokok, Bupati: ADD Jangan Disalahgunakan

AM Sukri Sappewali Bupati Bulukumba

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Penahanan Andi Akmil, mantan Kades Bulolohe, Kecamatan Rilau Ale, ditanggapi serius Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali. Dia mengingatkan, kasus tersebut menjadi pelajaran berharga bagi para kepala desa lainnya.

Kepada RADAR SELATAN, Sukri mengatakan, kasus dugaan korupsi ADD (Alokasi Dana Desa) yang melilit Andi Akmil bukanlah yang pertama di Indonesia. Di beberapa daerah lainnya, sudah banyak kepala desa dan aparatnya yang ditahan dengan kasus yang sama.

Yang harus diingat, kata Sukri, ADD merupakan uang rakyat yang dipercayakan kepada pemerintah desa untuk dikelola sebaik-baiknya dalam mendorong pembangunan di desa. Bukan digunakan untuk kepentingan pribadi.

 

“Jangan hidup mewah, bergaya sesuai kebutuhan dan kemampuan. Gaji kepala desa dan tunjangan itu sudah lebih dari cukup untuk di syukuri. ADD itu untuk kemaslahatan masyarakat jangan dipakai memperkaya diri,” tegasnya, Jumat 20 Juli 2018, kemarin.

 

Bukan hanya kepala desa, lanjut Sukri, kasus ini juga pembelajaran yang sama bagi aparatur dan pejabat pemerintahan agar bijak dan transparan mengelola keuangan negara. Pengelolaan anggaran harus dilakukan secara terbuka dan akuntabel.

 

“Kasusnya ini kan sudah lama, tapi baru ditangkap. Ini menjadi pembelajaran buat kita semua terkhusus kepala desa selaku kuasa pengguna anggaran agar lebih berhati-hati. Kuncinya jujur dan bersyukur,” tegas purnawirawan TNI berpangkat kolonel ini.

 

 

Sukri mengaku, saat ini tengah berkoordinasi dengan seluruh pihak khususnya aparat penegak hukum dalam upaya mengawasi an mengontrol penyelenggaraan pemerintahan. Inspektorat selaku instisusi pengawasan internal pemerintah, juga harus bekerja lebih dalam mengawasi pengelolaan anggaran di seluruh instansi.

 

“Dia kan (Andi Akmil, red) adalah ASN (Aparatur Sipil Negara), makanya kita akan non aktifkan dari jabatan. Sesuai aturan gajinya dibayar setengah sampai keputusannya ikrah di pengadilan. Jadi sekali lagi saya ingatkan pak desa jangan main-main dalam mengelolah anggaran,” pangkasnya.

 

Sebelumnya, penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba menahan mantan kepala Desa Bulolohe, Andi Akmil, Kamis 19 Juli lalu. Tersangka diduga menyalahgunakan ADD tahun 2015 senilai Rp 201.513.612.

 

Berdasarkan hasil penyidikan, Andi Akmil diduga membuat laporan pertanggungjawaban fiktif program infrasturktur di desanya. Namun faktanya, program tersebut tidak dilaksanakan sementara uang diakuinya digunakan untuk kepentingan pribadi.

 

Saat ini, Andi Akmil tengah ditahan di Lapasa Kelas IIA Taccorong Bulukumba sembari mengunggu proses persidangan. Dalam kasus ini, tersangka dijerat Pasal 2 dan 3 UU No.  31/1999, Junto UU No. 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan ancaman pidana penjara minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun serta denda paling sedikit 200 juta rupiah dan paling banyak Rp 1 miliar.

 

Saat ini tersangka telah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Taccorong. (faj/man/b)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!